Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
2
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
Olahraga
19 jam yang lalu
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
3
Hanya Ada Satu Target Prastawa
Olahraga
19 jam yang lalu
Hanya Ada Satu Target Prastawa
4
'Hari Kemenangan', LaNyalla dan OSO 'Ngobrol' soal Amandemen
Politik
24 jam yang lalu
Hari Kemenangan, LaNyalla dan OSO Ngobrol soal Amandemen
5
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
Olahraga
19 jam yang lalu
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
6
Yonatan Tak Pernah Buang Kesempatan
Olahraga
19 jam yang lalu
Yonatan Tak Pernah Buang Kesempatan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sikap Presiden Brazil Picu Skeptisisme 22 Persen Rakyatnya pada Vaksin Covid

Sikap Presiden Brazil Picu Skeptisisme 22 Persen Rakyatnya pada Vaksin Covid
Seorang perawat melakukan tes usap pada pasien sebagai bagian dari tindakan baru pemerintah Rio de Janeiro terhadap wabah virus corona (Covid-19) di Sao Goncalo, dekat Rio de Janeiro, Brasil (4/12/2020). (foto: ist./reuters)
Minggu, 13 Desember 2020 18:27 WIB

BRAZIL - Persentase orang Brazil yang tidak mau menggunakan vaksin Covid-19 meningkat menjadi 22 persen menurut hasil jajak pendapat Datafolha. Agustus lalu, jumlah penolak vaksin hanya sebanyak 9 persen.

Mengutip reuters pada Minggu (13/12/2020), sikap presiden Jair Bolsonaro lah yang menjadi pemicu meningkatnya skeptisisme rakyat Brazil terhadap vaksin Covid-19.

Akhir November lalu, presiden Bolsonaro mengatakan dia tidak akan mengambil vaksin virus corona yang tersedia. Sikapnya menjadi mengemuka di dunia lantaran pernyataan bahwa penolakan adalah 'haknya'.

Lansiran itu juga menyebut bahwa presiden Bolsonaro menyatakan skeptis secara khusus terhadap vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, China, meski diproduksi bersama dengan Institut Butantan, lembaga riset di bawah naungan negara bagian Sao Paulo, Brazil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Internasional, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww