Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Berikut Kronologi Perwira Brimob 'Smack Down' Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi

Berikut Kronologi Perwira Brimob Smack Down Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi
Tangkap Layar video Anggota Brimob pukul Anggota Dalmas. (YouTube Kang Mus Channel)
Rabu, 21 Oktober 2020 11:26 WIB
JAMBI - Ibarat pepatah senjata makan tuan mungkin tepat dialamatkan pada sebuah video yang sedang viral di media sosial ini. Dalam video tersebut terlihat seorang diduga 'perwira' polisi yang sedang menyamar jadi mahasiswa nyaris babak belur dikeroyok rekannya sendiri.

Berdasarkan pantauan video viral di media sosial twitter maupun instagram, terlihat sejumlah petugas pengendali massa (dalmas) menangkap dan mengeroyok seorang pria yang diduga perwira polisi mengenakan almamater hijau.

Sialnya, setelah hampir babak belur karena menjadi bulan-bulanan anggota dalmas yang menggunakan pakaian polisi anti huru-hara, seorang pria tersebut baru mengaku bahwa ia adalah anggota kepolisian dengan pangkat perwira dan sedang menyamar.

Dalam video tersebut, si perwira alias "mahasiswa gadungan" di suruh diam oleh tiga orang anggota polisi berpakaian preman, namun seorang anggota Provos sempat menendang bagian tulang kering mahasiswa gadungan tersebut.

"Diam…diam…diam…kau diam…kau..." teriak tiga orang anggota, dan perwira tersebut hanya berkata, "saya bukan mahasiswa, saya bukan mahasiswa," karena tampaknya beberapa orang anggota yang tidak tahu, mencoba ikut memukul.

Tiba-tiba dari belakang seorang polisi dari kesatuan Dalmas, langsung menusuk dengan keras perwira tersebut. Walaupun beberapa anggota lainnya berteriak agar jangan dipukul, namun kejadian pemukulan sudah terlanjur terjadi.

Akibatnya anggota yang awalnya menyeret mahasiswa gadungan tadi langsung berbalik menyerang polisi dalmas tersebut, dan berteriak jika yang dia pukul itu adalah perwira mereka.

Karena saling jengkelnya, salah satu anggota preman yang memakai baju jaket jenis kupluk, langsung menarik kepalanya, sambil memaki, "ba*i kau" dan lainnya berteriak, "perwira aku itu, brimob itu," dan anggota polisi yang memakai seragam berteriak jika mereka tidak tahu jika yang dipukuli adalah anggota polisi dan seorang perwira.

Tapi pria yang memakai baju kupluk tersebut, rupanya tidak puas dan dengan gaya "thai boxing" kepala anggota Dalmas langsung dihantam pakai lututnya, dan anggota tersebut langsung tersungkur jatuh.

Pria yang memakai baju preman jenis kupluk tersebut langsung ditarik dan dimarahi oleh rekan lainnya, "aku dipukuli sama itu, anji*g" ujar pria yang memakai kupluk tersebut. Anggota Dalmas itu berusaha utnuk meminta maaf kepada rekannya, "Kau minta maaf, madio (ma dia) bukan sama aku," ujar rekannya.

Seorang anggota Polwan mencoba melarang pengambilan gambar dan ternyata ditujukan kepada sekelompok wartawan yang sedang berdiri di sekitar lokasi kejadian. Berikut videonya yang tersebar di sosial media.

Kejadian ini diperkirakan untuk membuat sebuah skenario jika ada anggota mahasiswa yang tertangkap, namun karena kurangnya koordinasi, skenario tersebut langsung buyar ketika perwira Brimob tersebut langsung kena pukul anggota Dalmas.

Diduga video tersebut kejadiannya di Jambi, saat aksi unjukrasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, pada Selasa 20 Oktober digelar serentak seluruh Indonesia.

Simak video lengkapnya di unggahan akun YouTube "Kang Mus Channel".

Polisi Membantah Perwira Nyamar. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi membantah isu penyamaran itu. "Tidak ada [penyamaran polisi]. Yang diamankan memang mahasiswa, mana ada anggota kami menyamar. Kami telah konfirmasi ke Brimob," ucap dia ketika dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020).

Alasan penangkapan lantaran pemuda itu diduga melakukan tindakan perusakan dan melawan petugas. Kuswahyudi mengklaim ada 28 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, pengangguran dan swasta yang ditangkap polisi dalam unjuk rasa di Jambi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono juga membantah kalau anggota Brimob itu menyamar sebagai mahasiswa kemudian dipukuli personel Sabhara.

"Tidak benar. PA [baju preman] tersebut yang mengamankan mahasiswa, menghalang-halangi anggota Sabhara yang mau memukul mahasiswa. Maka ada salah paham sedikit di lapangan. Tapi sudah jelas, setelah diketahui yang bawa mahasiswa adalah intel Brimob," ucap Awi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan
wwwwww