Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Olimpiade Tokyo 2021

Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina

Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Hermensen Ballo dengan petinju pelatnas Olimpiade
Kamis, 24 September 2020 10:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Sebanyak enam petinju pelatnas Olimpiade dipersiapkan untuk tampil pada Kejuaraan Tinju Dunia  di Paris, Perancis, 13-20 Mei 2021 yang merupakan babak kualifikasi terakhir menuju Olimpiade Tokyo 2021. Mereka kini sedang menjalani latihan di HS Boxing Camp Ciseeng Bogor, Jawa Barat. 

"Kita lagi mempersiapkan enam petinju untuk diterjunkan pada kejuaraan dunia untuk bisa meraih tike ke Olimpiade Tokyo 2021," kata pelatih pelatnas Olimpiade, Hermensen Ballo yang dihubungi melalui telepon selular, Kamis (23/9/2021). 

Keenam petinju tersebut yakni Aldom Sugoro (Terbang), Gill Mandagi (Bantam), Luki Hary (Bantam), Faran Papendang (Welter Ringan), Mikhail Puspita (Menengah), Silva Ratuliu (Bulu), dan Ruswatun (Ringan).

Sebelum diterjunkan ke Paris, kata Hermensen Ballo, keenam petinju itu akan menjalani Training Camp (TC) di luar negeri. "Rencana TC kalau tidak di Uzbekhistan ya Ukraina. Di sana mereka akan menjalani sparring partbner untuk menambah pengalaman bertanding dan mengenal berbagai karakter lawan," jelasnya. 

Ads

Ketika ditanyakan kapan jadwal TC ke luar negeri, mantan petinju nasional ini belum bisa memastikan. Alasannya, pandemi Covid 19 yang masih melanda dunia. "Kita tidak mau mengambil resiko. Anjuran pemerintah untuk tidak berpergian ke luar negeri dulu akan kita taati," tandasnya. 

Berbicara masalah pelatih asal Kuba, Barbaro yang menangani pelatnas, kata Ballo, belum datang ke Indonesia sejak kembali ke negaranya.  

Sebelumnya keinginan TC di luar negeri juga diungkapkan Aldom Sugoro. "Ya, saya butuh jam terbang lebih banyak untuk bisa tampil lebih baik sekaligus mengenal lebih banyak karekter lawan. Makanya, saya ingin menjalani TC di luar negeri," katanya. 

Ketika ditanyakan negara mana yang  diinginkan sebagai tempat TC, Aldom menjawab, "Peta kekuatan tinju dunia itu ada di Kuba dan Uzbekistan. Kalau tidak di Kuba,  ya di Uzbekistan." 

Disinggung masalah peluang meraih tiket pada Kejuaraan Tinju Dunia di Paris, Aldom optimis bisa meraihnya. Alasannya, petinju terbaik dari kawasan Eropa sudah banyak yang lolos. 

Keinginan Aldom menjalani TC di luar negeri itu cukup beralasan. Pasalnya, dia tidak mau kehilangan peluang pada Kejuaraan Tinju Dunia  di Paris, Perancis, Mei 2021 yang merupakan babak kualifikasi terakhir menuju Olimpiade Tokyo 2021. 

Sebelumnya, Aldo yang turun di kelas terbang gagal meraih tiket pada pertandingan Kualifikasi Olimpiade zona Asia/Oseania di Amman, Yordania, 3-11 Maret 2020. "Di Paris nanti merupakan kesempatan terakhir. Jadi, saya akan fight habis-habisan untuk bisa meraih tiket ke Tokyo," katanya. 

Prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga petinju ke perempat finalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000. ***

wwwwww