Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencabul Anak Kandung Hingga Hamil Tewas Dianiaya Puluhan Tahanan dalam Rutan
Peristiwa
24 jam yang lalu
Pencabul Anak Kandung Hingga Hamil Tewas Dianiaya Puluhan Tahanan dalam Rutan
2
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
23 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
3
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
Politik
23 jam yang lalu
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
4
Resesi Sosial
Opini
21 jam yang lalu
Resesi Sosial
5
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Politik
24 jam yang lalu
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
6
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Euforia Vaksin Sinovac, Ratna Juwita Dorong Prioritaskan Kerja Vaksin Mandiri

Euforia Vaksin Sinovac, Ratna Juwita Dorong Prioritaskan Kerja Vaksin Mandiri
Selasa, 08 September 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita mengingatkan, Wakil rakyat dan Pemerintah agar tidak terlalu bereuforia terhadap vaksin Sinovac asal China.

"Karena seperti disampaikan Pak Menteri, kita masih belum tahu vaksin ini sebenernya cocok atau tidak untuk dipakai di Indonesia," kata Ratna dalam RDP dengan Kemeristek/BRIN dan Eijkman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Harapan kami, kata Ratna, "kami mohon, lebih diprioritaskan vaksin yang kita (teliti, Kembangkan, dan produksi, red) secara mandiri. Intinya (upaya vaksin, red) yang kita tidak bekerjasama dengan pihak asing, begitu,".

"Kami yakin, proses penemuan vaksin merah putih yang murni dari dalam negeri ini, bisa meningkatkan antusiasme dan kepercayaan rakyat Indonesia," ujar Ratna.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Kemenristek/BRIN bahkan belum mendapatkan dana abadi penelitian yang sebetulnya penting untuk mendukung kerja-kerja penelitian virus.

Terkait hal itu, kata Ratna, "kami anggota Komisi VII yang juga bertugas di Badan Anggaran akan memperjuangkan (dana, red) ini agar segera bisa direalisasi,".

Politisi PKB itu menyatakan, rerata anggota Komisi VII telah sepakat bahwa Komisi VII DPR RI akan bersama-sama dengan Kemenristek/BRIN yang pada hari ini jelas membutuhkan dukungan riil dari pemerintah baik dari segi politik maupun anggaran.

Seperti diketahui, Menristek/BRIN, Bambang Bojonegoro ditunjuk Presiden RI, Joko Widodo, sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin nasional. Kerja Vaksin selama ini, terbagi menjadi dua; 1) Kerjasama dengan luar negeri termasuk kerjasama vaksin Sinovac; 2) penelitian dan pengembangan vaksin lokal yang disebut vaksin merah putih.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, Kesehatan, GoNews Group

wwwwww