Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
2
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
3
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
17 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
4
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
21 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PB Perpani Tetap Ngotot Coret Tiga Pemanah Potensial Pelatnas Olimpiade

PB Perpani Tetap Ngotot Coret Tiga Pemanah Potensial Pelatnas Olimpiade
Ketua Umum PB.Perpani, Iliza Sa'aduddin Djamal
Kamis, 13 Agustus 2020 22:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA- Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB.Perpani) tetap ngotot mempertahankan keputusannya yang mencoret tiga atlet pelatnas yakni Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa karena dianggap indisipliner.

Padahal dua diantara ketiga atlet tersebut berjasa meraih tiket ke Olimpiade 2021 Tokyo untuk nomor recurve putra-putri setelah Riau Ega meraih medali perunggu dan Diananda Choirunisa mendapatkan medali perak.

Ketua Umum PB.Perpani, Iliza Sa'aduddin Djamal dalam jumpa pers resmi secara virtual di Jakarta, Kamis, (13/8/2020) menegaskan, pencoretan itu semata-mata demi tegakknya aturan organisasi.''Kami ingin semua pihak apakah itu atlet atau pelatih bahkan pengurus sekalipun harus taat aturan main organisasi,''kata anggota Komisi X DPR-RI ini.

Iliza lebih jauh mengatakan Perpani sebelumnya sudah beberapa kali menjalin komunikasi termasuk melalui grup WA dengan ketiga atlet asal Jatim tersebut. Namun komunikasi ini tak jalan karena Riau Ega yang semula ikut grup WA tapi kemudian keluar, sementara Diananda langsung memblokir sendiri. Sementara Asiefa tetap ada tapi hanya memantau saja.

''PB sudah melakukan pemanggilan atlet, melalui pengprov Jatim. Tapi jawabannya harus koordinasi dengan KONI Jatim terlebih dahulu karena mereka sedang melakukan pelatda persiapan PON Papua. Nah alasan Riau Ega keluar itu karena dia belum ada izin dari KONI Jatim. Itu jadi tanda tanya besar dari kami, kami lalu berkomunikasi dan berpikir positif. Lalu komunikasi dengan pak Deni, Ketua pengprov Perpani Jatim. Tapi di reject, lalu kirim voice note, tetap tidak dijawab saat ditanya soal kepastian keikutsertaan jatim,''paparnya.

PB.Perpani seperti dijelaskan Iliza mengirim surat sekali lagi, kepada KONI Jatim namun tidak dijawab. Dan Perpani kemudian koordinasi dengan Kemenpora, dan ternyata Riau Ega, melakukan komunikasi secara mandiri melalui whatsup.

Ria Ega keberatan dengan pelaksanaan seleksi pelatih, menilai ada kecurangan, padahal proses seleksi dilakukan dengan tim independen.''Saya sendiri tidak terlibat, karena tidak mengerti siapa yang terbaik pelatih panahan.Deni komunikasi akhirnya dengan saya dan bilang dia dapat kabar dari temannya namun tidak tergabung di dewan seleksi, bahwa dialah yang mendapatkan nilai terbaik. Ini tidak objektif, kalau menilai dia yang terbaik. padahal penilaian terbaik sudah kami lalukan secara komprehensif,''tambah Iliza.

Sebelumnya juga sempat terjadi hal seperti ini dengan Jawa Timur dan Perpani  sebenarnya sangat berkeinginan Jatim ikut dalam pelatnas ini. Bahkan Iliza meminta kepada Sesmenpora untuk coba menjebatani. Namun Riau Ega  tetap mau dilatih sama Deni yang menurutnya sebagai pelatih terbaik. ***


wwwwww