Home  /  Berita  /  Peristiwa

Bertugas Menjemput ke Bandara, R Dijadikan Tersangka, Artis FTV HH Masih Saksi

Bertugas Menjemput ke Bandara, R Dijadikan Tersangka, Artis FTV HH Masih Saksi
Sopir taksi online, R (membelakang pakai kaos kuning), dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7) malam. (kompas.com)
Rabu, 15 Juli 2020 11:28 WIB
MEDAN - Polrestabes Medan telah menetapkan R sebagai tersangka kasus prostitusi yang melibatkan artis FTV Hana Hanifah (HH).

R dijadikan tersangka karena bertugas menjemput HH ke Bandara Internasional Kualanamu dan mengantarnya ke hotel. Untuk tugas mengantar jemput HH itu, sopir taksi online tersebut mendapat imbalan Rp4 juta dari muncikari J.

Dikutip dari Kompas.com, telah ditetapkannya R sebagai tersangka, disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7/2020) malam. 

''Keterangan tersangka R, baru pertama kali dan dijanjikan imbalan dari saudara J sebesar Rp4 juta tersangka ojol, driver taksi online,'' katanya. 

Dituturkan Riko, R berperan menjemput HH (23) di Bandara Internasional Kualanamu dan diminta oleh tersangka J yang belum tertangkap untuk membantu HH selama berada di Medan. 

R diamankan di lobi sebuah hotel di Medan. Kepada polisi saat itu, R menyebut bahwa HH dan A berada di dalam sebuah kamar di hotel tersebut.

''(Adakah muncikari di Medan) kita masih mendalami. Peran R, apakah hanya sebatas menjemput, membantu saja, karena dia diberi imbalan Rp 4 jutaan,'' katanya. 

Saat dihadirkan dalam konferensi pers tersebut, tersangka R diberi penutup wajah dan tidak berbicara apa pun. Dia terus menundukkan kepala dengan kondisi tangan diborgol di depan.

''R ini warga Medan,'' ujar Riko singkat ketika ditanya mengenai profil tersangka.

Masih Saksi

Artis FTV, Hana Hanifah (HH) juga dihadirkan polisi dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2020) malam.

Dikutip dari Kompas.com, artis berusia 23 tahun itu terlihat memakai sepatu sport putih, celana hitam ketat, baju putih lengan panjang dan mengenakan jaket putih dengan kerudung warna biru. Dia hadir didampingi seorang pria yang diduga kuasa hukumnya.

Ketika diberi kesempatan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko berbicara menggunakan pengeras suara, HH membacakan pernyataannya yang ditulis di selembar kertas.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Utara, Kapolrestabes Medan dan Kasatreskrim Polrestabes yang telah menjaganya selama berada di Medan.

Dia juga berterima kasih kepada dua orang yang disebutnya penasihat hukum bernama Machu dan Kak Putri.

Dengan suara parau seperti orang akan menangis, HH juga meminta maaf kepada keluarganya dan masyarakat Sumatera Utara.

''Saya di sini sebagai saksi. Saya meminta maaf kepada keluarga saya dan masyarakat Sumatera Utara,'' katanya.

Tak sampai dua menit berbicara, HH kemudian pun bergegas meninggalkan lokasi dan naik ke lantai 2.

Menurut Riko, sejak Selasa pagi hingga siang, HH tidak berada di Polrestabes melainkan di suatu tempat. Pihaknya tidak menahan HH.

Sementara ini status HH masih sebagai saksi. Namun jika kemudian diketahui ternyata HH secara aktif menawarkan diri, maka bisa saja berubah menjadi tersangka.

''Mungkin. Mungkin saja (jadi tersangka). Kalau dia secara aktif menawarkan diri,'' katanya.

Ditangkap dalam Kamar Hotel

Sebelumnya, HH ditangkap saat berada di dalam kamar hotel bersama A yang mengaku sebagai karyawan swasta.

Sebelum menangkap keduanya, polisi sudah mengamankan tersangka R di lobi hotel tersebut pada Ahad (12/7/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. 

Saat diamankan, keduanya dalam kondisi tidak mengenakan busana lengkap. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa ponsel, alat kontrasepsi dan ATM.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan R sebagai tersangka karena berperan menjemput dan membantu HH selama berada di Medan atas suruhan tersangka J, yang ada di Jakarta.

J, menurut HH, adalah seorang fotografer yang diduga sebagai muncikari. Polisi membentuk tim untuk mengejar tersangka J.

Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan paling lama 15 tahun.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww