Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
17 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
7 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
GoNews Group
17 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
19 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
GoNews Group
18 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
6
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
GoNews Group
15 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 14 Juli 2020 20:46 WIB
JAKARTA - Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Terbaru, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7), pukul 19.00 waktu setempat.

Lebih dari empat ribu keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor, sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

"Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Data sementara Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas sore ini mencatat 10 meninggal dunia, 10 warga berhasil diselamatkan dan 46 lainnya masih dalam pencarian. "Kesepuluh korban luka-luka tersebut dirujuk ke RSUD Masamba," jelasnya.

Adapun banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap.

Saat ini, lanjutnya, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan oleh pihak PLN. BPBD setempat pun bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan.

Dari informasi yang didapat Pusdalops BNPB, jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus memutar sejauh 10 km dalam mengakses lokasi terdampak.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.co
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www