Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
14 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
16 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
19 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
4 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
19 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar

Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman. (Istimewa)
Senin, 06 Juli 2020 20:52 WIB
BANDUNG - Polisi memastikan proses penyelidikan atas laporan Forum Mujahid Tasikmalaya terhadap pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar atas postingannya tentang 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang' terus berlanjut, meski terlapor misal meminta maaf. Polisi menyebut proses berjalan selama laporan belum dicabut.

"Sekarang begini polisi itu tidak bisa menyuruh orang damai atau tidak. Tapi kalau para pihak memang keadilan sudah ada dirasa cukup, bisa cabut laporan bisa, kalau kita tidak ada kapasitas untuk itu," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman, Senin (6/7/2020).

Yusuf mengatakan sejauh ini pihak pelapor belum mengajukan pencabutan laporan. Sehingga, sambung dia, proses penyelidikan tetap berjalan. "Kita mah proses penegakan hukum. Selama belum ada pencabutan, ya kita on the track saja," kata dia.

Seperti diketahui, pegiat media sosial Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Denny Siregar dilaporkan atas posting-an di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang'. Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut.

Terkait pelaporan tersebut, Denny menolak disebut melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.

"Enggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana," kata Denny kepada wartawan. Denny menjawab pertanyaan ini pada 2 Juli 2020.

Denny mengatakan dirinya akan meminta maaf, namun dengan satu alasan. Dia meminta maaf, jika para santri tersinggung dengan unggahannya.

Denny Siregar menegaskan, kalaupun dia meminta maaf, itu akan ditujukan kepada para santri, bukan kepada pihak yang memanfaatkan anak dalam aksi demo.

"Kalau para santri ikut tersinggung karena posting-an saya, ya saya pasti minta maaf. Tapi saya tidak akan meminta maaf kepada mereka yang memanfaatkan anak-anak dalam demo seperti itu," kata Denny ketika dikonfirmasi, Minggu (5/7).***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, GoNews Group

Loading...
www www