Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
2
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
Internasional
19 jam yang lalu
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
3
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
Internasional
17 jam yang lalu
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
4
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
Politik
20 jam yang lalu
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
5
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
Politik
20 jam yang lalu
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
6
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Politik
14 jam yang lalu
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Home  /  Berita  /  Hukum

Usai Tuai Protes, Mabes Polri Pastikan Pengunggah Humor Gus Dur '3 Polisi Jujur' Tidak Diproses Hukum

Usai Tuai Protes, Mabes Polri Pastikan Pengunggah Humor Gus Dur 3 Polisi Jujur Tidak Diproses Hukum
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: ANTARA)
Jum'at, 19 Juni 2020 12:57 WIB
JAKARTA - Mabes Polri memastikan tidak ada proses hukum dalam peristiwa pemanggilan Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara terhadap warga bernama Ismail Ahmad, pria yang mengunggah lelucon Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) soal tiga polisi jujur di media sosialnya.

"Tidak ada BAP (berita acara pemeriksaan), tidak ada kasus," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Argo, Polda Maluku Utara sudah menegur anggota Polres Kepulauan Sula terkait hal ini.

Selain itu, Polda Maluku Utara juga meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk lebih teliti mengamati informasi yang beredar di masyarakat terutama yang ada di media sosial.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, terlapor Ismail hanya dipanggil dan diminta klarifikasi terkait apa yang ditulisnya di media sosial.

"Penafsiran anggota reserse ini seolah-olah ada sesuatu antara dia dan institusi kemudian dipanggil dan diklarifikasi," katanya.

Sebelumnya, Ismail Ahmad dibawa ke Polres Kepsul pada Jumat 12 Juni 2020 lalu karena telah membuat status di akun Facebooknya dengan tulisan "Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng (Gus Dur).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Hukum

wwwwww