Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
22 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
9 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
3
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
14 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
20 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
20 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
20 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni

Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni
Ilustrasi warga berbelanja di mal sementara Pandemi masih berlangsung. (Foto: Ist.)
Senin, 01 Juni 2020 17:43 WIB
JAKARTA - "Menteri Perdagangan harus mengikuti apa yang menjadi himbauan Pak Presiden Jokowi yang mengingatkan bahaya potensi wabah Corona gelombang 2," kata Anggota Komisi VI DPR RI, Chairul Anwar.

Kepada wartawan, Senin (1/6/2020), Politisi PKS itu menegaskan, pemerintah harusnya memberlakukan kondisi New Normal berdasarkan Indikator Epidemi bukan berdasarkan batasan waktu.

"Kami menyayangkan pernyataan Pak Menteri Agus Suparmanto yang mengatakan bahwa mal pasti akan buka pada bulan Juni, tanpa ada alasan Indikator Epidemi yang mendasari pernyataan itu," tukas Chairul Anwar.

Memastikan pembukaan mal bulan Juni tanpa mendasarkan pada Indikator epidemi, kata Chairul Anwar, merupakan tindakan yang berpotensi mengahadirkan wabah Corona Gelombang 2. "Karena otomatis akan ada potensi kerumunan yang menyebabkan menularan baru,".

Organisasi kesehatan Dunia WHO telah menetapkan beberapa syarat penerapan new normal, diantara syarat utamanya adalah adanya pembuktian bahwa transmisi Covid-19 telah terkendali. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, penambahan kasus positif 700 kasus hari ini (31/05/2020) dan hal itu terdapat 5 provinsi yang anggapa kenaikannya terbanyak yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, NTB, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

"Hari ini saja masih ada penambahan 700 kasus di Indonesia, dan rata-rata penambahanya masih tinggi. Hal ini mengkonfirmasi bahwa pengendalian transmisi Covid-19 masih belum terkendali di Indonesia," tegas Chairul.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, GoNews Group

Loading...
www www