Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
23 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
3
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
12 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
4
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Hukum
23 jam yang lalu
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
5
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
6
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi

Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Ilustrasi: Ist.
Selasa, 26 Mei 2020 15:40 WIB
JAKARTA - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menyatakan, bahwa anggapan vitamin C berguna untuk menurunkan resiko dari Corona/Covid-19, tidak berbasis bukti sama sekali dan hanya berbasis mitos.

Pernyataan Pandu, merespons protokol kesehatan Covid-19 untuk tempat kerja agar menyediakan suplemen vitamin C saat penerapan new normal.

Mengutip Tempo, menurut Pandu, anjuran menyediakan suplemen itu hanya akan menguntungkan perusahaan farmasi yang memproduksi vitamin C. Dia menduga saat ini produsen suplemen vitamin C sudah mulai memproduksi suplemen vitamin C dalam jumlah besar untuk persiapan kebijakan tatanan baru atau new normal.

"Bisa jadi perusahaan vitamin C sudah langsung membuat produk yang akan banyak diserap New Normal ini," kata Pandu, dikutip Selasa (26/5/2020).

Virus Covid-19 memang dikabarkan terus bermutasi, sehingga tak cukup dikenali betul oleh para ahli yang saat ini sedang bekerja. Dari 3 kategori virus Covid-19 yang ada di dunia, covid-19 yang ada di Indonesia juga belum diketahui masuk ke kategori yang mana.

Menurut Dr. Kaufman dalam sebuah wawancara di LondonReal, tidak dimurnikannya virus menjadi kesalahan fatal yang membuat penanganan menjadi tak tepat.

Mentalis Indonesia, Deddy Corbuzier juga sempat menyinggung soal pemurnian virus ini dalam wawancara bersama mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang tengah berstatus narapidana. Tapi wawancara Deddy, kini jadi polemik lantaran dianggap tak sesuai prosedur yang diberlakukan Ditjen PAS.

Di Indonesia BRIN dan Eijkman disebut sebagai pihak yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk memurnikan virus Covid-19. Ombudsman sempat berdiskusi dengan Eijkman tapi tak tercatat membahas soal pemurnian.

Sementara DPR, dalam hal ini Komisi VII, juga belum diketahui mendorong adanya upaya pemurnian terhadap virus Covid-19. Salah satu anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar yang dimintai pandangan terkait hal ini, juga belum menjawab pesan singkat singkat GoNews.co.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, Kesehatan, GoNews Group

Loading...
www www