Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
18 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
24 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
8 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
8 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
5
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
20 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Santri Gorok Leher Pengasuh Pondok Pesantren Gara-gara Dinasihati Agar Rajin Shalat

Santri Gorok Leher Pengasuh Pondok Pesantren Gara-gara Dinasihati Agar Rajin Shalat
Ilustrasi pelaku kejahatan diborgol. (int)
Selasa, 19 Mei 2020 08:59 WIB
OGAN KOMERING ULU TIMUR - Imam Mustorudin (55), pengasuh pondok pesantren di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), terluka parah di bagian leher karena digorok salah seorang santri bernama Harun (24).

Dikutip dari Merdeka.com, untuk menyelamatkan nyawanya, korban harus menjalani operasi di rumah sakit. Sedangkan pelaku sudah ditangkap polisi.

Harun melakukan tindakan sadis itu saat korban shalat Tahajud di Masjid Darul Muttaqin yang berada di komplek Pondok Pesantren Darul Mahmud Desa Sukaraja, Dusun V Patok XIII, Kecamatan Buay Madang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Senin (18/5) dini hari.

Korban menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau hingga terluka parah. Mengetahui hal itu, santri yang lain segera membawa korban ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Tak lama kemudian, pelaku ditangkap polisi.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya mengungkapkan, tersangka mengaku menaruh dendam atau sakit hati kepada pengasuhnya itu karena selalu mengingatkan untuk rajin shalat. Tersangka merencanakan pembunuhan, namun usahanya gagal karena korban tidak tewas.

''Benar, tersangka melakukan penganiayaan berat terhadap korban yang tak lain adalah pengasuhnya di pesantren dini hari tadi. Motifnya gara-gara pelaku sakit hati karena selalu menasihatinya untuk rajin salat,'' ungkap Erlin kepada merdeka.com, Senin (18/5) malam.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di TKP dengan barang bukti pisau bergagang kayu dengan panjang sekitar 15 centimeter. Dia dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara.

''Kejiwaan tersangka akan diperiksa apakah depresi atau tidak. Untuk korban sekarang lagi menjalani operasi di rumah sakit,'' pungkasnya. ***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Hukum, Peristiwa

Loading...
www www