Loading...

Hasil Bumi Jadi Sebab, Seruan Bersiap Perang Terpampang di Media Sosial

Hasil Bumi Jadi Sebab, Seruan Bersiap Perang Terpampang di Media Sosial
Foto: Twitter/@atjehsultanate
Kamis, 26 Desember 2019 14:26 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Seruan untuk bersiap diri, lahir dan batin, dalam menghadapi 'perang dunia ke-3' dilontarkan melalui media sosial twitter.

Atjeh Imperial Archives yang menyatakan seruan itu, juga menyebut soal konflik terjadi di negara-negara asing.

"Palestina Suriah Libya Uyghur Myanmar semuanya telah terjadi konflik yang mana asal konflik itu adalah hasil bumi didalamnya, terus media-media menyatakan bahwa agama penyebabnya padahal itu hanyalah propaganda mereka untuk mengeruk hasil bumi orang islam," tulis @atjehsultanate di Twitter sebagaimana dikutip GoNews.co, Kamis (27/12/2019).

"Sabarlah kawan Indonesia punya hasil bumi terbanyak didunia khusus Atjeh maka siaplah konflik itu akan menjalar ke serambi Makkah dan ingat emas Beutong Ateuh itu juga perlu incaran dunia ini jadi modal untuk peperangan akhir zaman," kata akun berpengikut lebih dari 10 ribu akun itu.

Dan, "bersiaplah perang dunia ketiga akan segera terjadi tidak mau siap atau tidak. Kita harus bisa menpersiapkan dirimu zahir dan batin karena perang kedepan ini bukan perang-perangan namun ia perang antara kebenaran dan kebatilan," tutup rangkaian tuit yang diunggah pada 20 Desember 2019, lalu itu.

Terkait Uighur, China menegaskan permasalahan di Xinjiang bukan soal agama, tapi soal separatisme.

Menurut Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, pemerintah murni memerangi aksi radikalisme dan terorisme.

Hal ini dikatakan saat menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (17/12/2019) lalu.

Ia meluruskan pemberitaan soal dugaan persekusi dan diskriminasi etnis Muslim Uighur yang dituding sebagian pihak ke negara panda itu.

Dalam sebuah keterangan pers, masyarakat muslim Indonesia dipersilahkan jika ingin "berkunjung, beribadah, dan bertemu dengan masyarakat muslim," di Uighur.***

Kategori : GoNews Group, Umum

Loading...
www www