Home  /  Berita  /  GoNews Group

PB WI Cari Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022

PB WI Cari Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022
Sekjen PB WI, Ngatino dan Dewi Anggi yang juga penasehat panitia panitia Festival Wushu Indonesia
Rabu, 18 Desember 2019 22:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022. Kepercayaan internasional tersebut tak akan disia-siakan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Mereka bakal menyiapkan atlet mulai sekarang dengan mencari bibit potensial dari berbagai kejuaraan.

Salah satu ajang yang dilirik adalah Festival Wushu bertajuk Wufest Taolu Championship 2019 yang digelar Siwo Pusat bekerjasama PB WI di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, 20-22 Desember 2019.

Sekjen PB WI Ngatino mengatakan, pihaknya menyiapkan tim pemantau yang bertugas menilai setiap atlet yang bertanding di Wufest nanti. Atlet yang dibidik berusia 13 tahun karena mereka akan dipersiapkan menuju Kejuaraan Dunia 2022 di Surabaya. "Peserta festival kan nanti anak-anak. Yang memiliki prestasi baik, akan disiapkan ke Kejuaraan Dunia. Ini wadah yang tepat bagi mereka untuk menunjukkan kemampuannya," kata Ngatino di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Dia menuturkan, Indonesia harus menggapai sukses penyelenggaraan dan prestasi pada Kejuaraan Dunia. Karenanya, mulai saat ini PB WI harus bekerja keras menyiapkan atlet agar mampu bersaing dengan negara lain. "Terima kasih juga atas ide, gagasan dan support dari Siwo Pusat atas penyelenggaraan Festival, sehingga kerjaan kami untuk melahirkan atlet sudah dibantu," ujar Ngatino.

PB WI ingin regenerasi atlet tidak terputus usai Lindswell Kwok tak melanjutkan karier selepas Asian Games 2018. Dengan banyaknya kejuaraan dan festival, lanjut dia, diharapkan muncul atlet-atlet hebat nan potensial. "Lindswell dulu lahir dari kejuaraan yunior juga. Karenanya, melalui festival akan lahir Lindswell Lindswell baru," katanya.

Di sisi lain, Ngatino juga berharap ke depan nomor sanda (tarung) harus dipertandingkan sebanyak mungkin. Upaya ini harus dilakukan agar Indonesia tak ketinggalan dengan negara lain dalam mencetak atlet.

"Ke depan harus dipikirkan pra yunior nomor sanda. Negara lain seperti China, Iran dan yang lain pasti tidak ada hentinya mencetak atlet dan pasti punya pelapis banyak. Kalau di kita, satu lapis hilang, ya sudah. Karena itu kita perlu memunculkan atlet potensial untuk terus dibina dan tentunya ini juga butuh perhatian pemerintah," tandasnya. ***

wwwwww