Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
22 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
19 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
3 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Politik
21 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Peringati Milad Muhammadiyah ke 107, HNW Ulas Jasa Sejarah Muslim Untuk NKRI

Peringati Milad Muhammadiyah ke 107, HNW Ulas Jasa Sejarah Muslim Untuk NKRI
Selasa, 19 November 2019 19:24 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar

JAKARTA - Di tengah kegembiraan warga Muhammadiyah memperingati milad Muhammadiyah ke 107, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, mengingatkan jasa para pimpinan Muhammadiyah, dalam mengawal NKRI.

Menurut politisi PKS asal Prambanan, Klaten Jawa Tengah, ini peran pimpinan Muhammadiyah menjaga tetap utuhnya NKRI sangatlah besar.

Mr. Kasman Singodimedjo misalnya, dia adalah pimpinan Muhammadiyah yang menguasai bidang hukum. Kasman merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Salah satu jasa besar Mr. Kasman bagi bangsa Indonesia adalah turut meletakkan dasar-dasar penyusunan konstitusi. Bersama Ki. Bagus Hadikusumo dan KH. Wahid Hasyim, tutur HNW, Mr. Kasman berperan besar menerima keberatan kelompok Indonesia timur atas 7 kata dalam piagam Jakarta, dan mengubahnya menjadi bunyi sila pertama Pancasila yang berlaku hingga sekarang ini.

"Kalau saja, Mr. Kasman, Ki Bagus Hadikusumo dan KH. Wahid Hasyim menolak penghapusan 7 kata dalam piagam Jakarta, apa jadinya Indonesia waktu itu? Mungkin umur proklamasi 17 Agustus tidak akan sepanjang sekarang," imbuhnya.

Selain Mr. Kasman dan Ki. Bagus Hadikusumo, kisah HNW, pimpinan Muhammadiyah yang juga berjasa terhadap NKRI adalah Panglima Besar Soedirman. Dalam kondisi sakit paru-paru yang sangat parah, Soedirman tetap berjuang memimpin perang gerilya. Dengan keberanian tersebut, keberadaan Indonesia masih tetap diakui dunia.

Rangkaian sejarah itu disampaikan HNW saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar di hadapan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ, Selasa (19/11/2019), hari ini.

Turut hadir pada acara tersebut, anggota Fraksi PKS MPR RI, Dr. Mardani Ali Sera M. Eng, Wakil rektor 3, Bidang Kemahasiswaan Dr. Misriandi, M.pd, serta Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Dr. Iswan, M.si.

Selain pimpinan Muhammadiyah yang memang menguasai ilmu agama, menurut Hidayat, ulama-ulama di luar Muhammadiyah juga sangat banyak yang ikut memberi kontribusi terhadap tegaknya NKRI. Sebut saja KH. Hasyim Asy'ari, ulama NU yang mencetuskan resolusi jihad sehingga muncul perlawanan 10 Oktober. Serta Muhamad Natsir, tokoh Islam yang dikenal dengan Mosi Integral. Natsir berusaha menyampaikan gagasan menolak RIS kepada Mohammad Hatta.

RIS sebelumnya dikukuhkan Belanda melalui Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949 dan memecah Indonesia menjadi 16 negara bagian. Usaha Mohamad Natsir akhirnya diterima oleh Soekarno kemudian Indonesia kembali menjadi NKRI.

Melihat perjalanan sejarah tersebut, menurut Hidayat, dikotomi antara Islam dan Indonesia tak perlu lagi dipersoalkan. Karena sejak awal, umat Islam sudah ikut berjuang demi tegaknya bangsa Indonesia.

"Saya tidak habis pikir, masih ada orang yang takut terhadap Islam. Mana mungkin orang yang dulu berjuang dan berkorban demi bangsanya, kini membuat kerusakan? Maka kita harus mempelajari sejarah untuk bisa melihat persoalan ini secara lebih jelas," kata Hidayat menambahkan. ***

Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa

Loading...
www www