Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
3
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
7 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
8 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
13 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
10 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Peringatan Tsunami Gempa Maluku dan Manado Resmi Dicabut

Peringatan Tsunami Gempa Maluku dan Manado Resmi Dicabut
Jum'at, 15 November 2019 01:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Peringatan dini tsunami akibat gempa Maluku Utara resmi dicabut.

Dari pantauan GoNews.co melalui akun Twitter BMKG, peringatan tsunami tersebut resmi dicabut dan dinyatakan berakhir.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hingga saat ini peringatan mengenai potensi tsunami belum dicabut.

Dwikorita mengatakan SOP pencabutan peringatan tsunami diakhiri dalam dua jam.

"Kaya di Palu, tsunami. Makanya kami belum bisa mengakhiri peringatan tsunami karena masih ada berbagai kemungkinan. SOP-nya dua jam," kata Dwikorita saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Dwikorita menuturkan gempa yang terjadi di Maluku Utara terjadi sangat kuat dengan kekuatan M 7,1. Pihaknya masih mengkhawatirkan guncangan bisa mengakibatkan longsor di bawah laut.

"Gempa berlangsung lama dan terjadi di dasar laut. Dikhawatirkan lereng-lereng dasar laut terguncang, bisa terjadi longsor bawah laut. Karena guncangan cukup kuat dan lama, sekitar 2 menit," ucap Dwikorita.

Dwikorita mengingatkan warga tetap waspada. Dia meminta warga menjauhi pinggir sungai dan laut. "Terus monitor dari sumber BMKG dari sumber yang dapat dipercaya atau dari BPBD setempat," tuturnya.***

Sumber : GoNews.co dan Detik.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www