Loading...

Dengan Bios 44, Hasil Panen Padi di Desa Kolok Mudik Meningkat 20 Persen

Dengan Bios 44, Hasil Panen Padi di Desa Kolok Mudik Meningkat 20 Persen
Danramil 01/SWL Mayor Inf Irwan bersama Babinsa melaksanakan pendampingan panen padi di Demplot Bios 44 Kelompok Tani Hamparan Saiyo Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.
Rabu, 03 Juli 2019 22:19 WIB
Penulis: Anton Saputra
SAWAHLUNTO - Komandan Kodim 0310/SS Letkol Inf Dwi Putranto diwakili Danramil 01/SWL Mayor Inf Irwan didampingi Sertu Karno beserta Babinsa melaksanakan pendampingan panen padi di Demplot Bios 44 Koramil 01/SWL Kelompok Tani Hamparan Saiyo Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (2/7/2019).

Ketua Kelompok Tani Hamparan Saiyo Desa Kolok Mudik, Masni Salam (73), sekaligus pemilik lahan mengatakan, sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Danramil 01/SWL yang telah membantu dengan Bios 44, yang mana hasil padinya rumpunnya besar, malainya panjang, hasilnya meningkat 20 persen dari yang biasanya.

"Dengan menggunakan Bios 44 hasil padinya meningkat 20 persen daripada biasanya. Ke depan hendaknya kelompok tani yang lain juga mendapatkan bantuan Bios 44 dari Babinsa setempat," harap Masni Salam.

Varitas padi yang ditanam adalah gadang rumpun dengan luas area sawah 250 m2 atau 1/4 hektar. Ditanam pada tanggal 10 Maret 2019 dan dipanen 2 Juli 2019. Dengan rincian ubinan 2,5 x 2,5 meter dengan hasil 5,1 kg serta hasil/Ha 8,16 ton. Peningkatan hasil 20 persen dari yang tidak memakai Bios 44.

Danramil 01/Sawahlunto Mayor Inf Irwan mengatakan, area sawah seluas 250 m2 atau 1/4 hektar yang diberi mikro organisme Bios 44 merupakan hasil temuan Gapo Army Team of Research (Gator), ketuanya adalah Komandan Korem (Danrem) 032 Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo.

“Selain sebagai bahan yang mampu mengurai mikro organisme menjadi bahan pupuk, Bios 44 merupakan perpaduan beberapa mikro organisme yang disatukan, yang memiliki banyak manfaat di bidang pertanian, perikanan dan bahkan bermanfaat di bidang peternakan dan tidak berbahaya bagi tumbuhan, hewan maupun manusia,” pungkasnya. (ton)


Loading...
www www