Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sumatera Barat Berlakukan tatanan New Normal Nulai 8 Juni
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Sumatera Barat Berlakukan tatanan New Normal Nulai 8 Juni
2
Lolos Pemeriksaan di Bandara, Seorang Perantau Pulang Kampung ke Padang Pariaman Positif Covid-19
Padang Pariaman
15 jam yang lalu
Lolos Pemeriksaan di Bandara, Seorang Perantau Pulang Kampung ke Padang Pariaman Positif Covid-19
3
Helikopter Jatuh, 4 Perwira TNI AD Tewas, Begini Kronologisnya Menurut Saksi Mata
Nasional
21 jam yang lalu
Helikopter Jatuh, 4 Perwira TNI AD Tewas, Begini Kronologisnya Menurut Saksi Mata
4
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
GoNews Group
22 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
5
Helikopter Jatuh dan 4 Anggota TNI Meninggal, Pimpinan MPR RI Sampaikan Bela Sungkawa
Politik
16 jam yang lalu
Helikopter Jatuh dan 4 Anggota TNI Meninggal, Pimpinan MPR RI Sampaikan Bela Sungkawa
6
Enam Polisi Pukul Remaja Autis Secara Brutal dan Mengikatnya di Tiang
Internasional
22 jam yang lalu
Enam Polisi Pukul Remaja Autis Secara Brutal dan Mengikatnya di Tiang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Tanpa Dibayar, Umbu Samapaty Siap Jadi Pengacara Karyawan KONI Pusat

Tanpa Dibayar, Umbu Samapaty Siap Jadi Pengacara Karyawan KONI Pusat
Selasa, 25 Juni 2019 21:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Mantan Komisi Hukum KONI Pusat, Umbu S Samapaty mnyatakan siap menjadi pengacara karyawan KONI Pusat untuk menuntut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman agar menyelesaikan tunggakan gaji sekitar enam bulan.

"Saya siap menjadi pengacara karyawan KONI Pusat jika ingin menuntut gajinya. Gratis (tanpa dibayar)," kata Umbu Samapaty kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 25 Juni 201.

Menurut Umbu, Tono Suratman sebagai Ketua Umum KONI Pusat harus bertanggungjawab atas gaji karyawan KONI Pusat meskipun APBN tidak bisa dialokasikan untuk gaji. Sebab, itu merupakan kewajiban dan tanggungjawab sebagai pimpinan KONI Pusat.

"Tak ada alasan untuk tidak melunasi karena pak Tono Suratman pasti memahami aturan itu saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Pusat. Sumber dana KONI itu kan bukan hanya dari pemerintah saja tetapi dana sponsor dan donatur. Perlu dicatat bahwa pengurus KONI Pusat sebelumnya tidak ada masalah dengan gaji karyawan. Saat, bu Rita Subowo menjadi Ketua Umum KONI Pusat seluruh kewajiban terhadap pegawai KONI Pusat bisa diselesaikan kok. Itu kan bentuk dari komitmen yang harus dijalankan," tandasnya.

Seperti diketahui KONI Pusat mengalami kesulitan dana setelah terjadinya operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Sekjen KONI Pusat, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Pusat, Jhony Awuy terkait dana hibah Kemenpora.

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan Ending Fuad Hamidy hukuman 2 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan. Hamidy terbukti bersalah memberikan suap kepada sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Adapun Johnny divonis bersamaan dengan Hamidy, dengan hukuman 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora yaitu proposal dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi-even Asian Games dan Asian Para Games 2018. Selain itu, proposal pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih berprestasi. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www