Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kembali Dunia Olahraga Indonesia Berduka, Sprinter Purnomo Telah Tiada

Kembali Dunia Olahraga Indonesia Berduka, Sprinter Purnomo Telah Tiada
Almarhum Purnomo bersama Hifni Hasan
Jum'at, 15 Februari 2019 18:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA -Setelah peraih perak Asian Games Bangkok 1998, Wellem Papilaya, kembali dunia olahraga Indonesia berduka menyusul meninggalnya Purnomo Mohammad Yudi. Mantan sprinter terbaik Indonesia pada era 1980-an itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada Jumat, 15 Februari 2019 pagi dalam usia 57 tahun.

"Turut berduaka cita atas meninggalnya Purnomo Yudi..Senior kita.. pelari jarak pendek yang paling luar biasa,"kata mantan pejudo nasional, Kresna Bayu. 

"Turut berduka cita mas Pur. Selamat jalan sahabat. Semoga Tuhan memberi kekuatan kepada yang ditinggalkan," tulis mantan Sekjen Komite Olimpide Indonesia (KOI) Hifni Hasan 

Purnomo yang dilahirkan di Ajibarang Purwokerto Jawa Tengah, 12 Juli 1962 itu memang sudah lama mengidap penyakit kanker hati. Ia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit dan tengah menjalaniu terapi penyembuhan.

Prestasi purnomo di lintasan atletik cukup mencengangkan, semifinalis 100 meter di Olimpiade 1984 Los Angeles, AS, medali perak nomor 200 meter kejuaraan Asia 1983, medali emas nomor yang sama SEA Games 1985 Bangkok, Thailand., memecahkan rekornas 100 meter putra atas nama Mohammad Sarengat menjadi 10.32 detik

Rekornas ini kemudian dipecahkan Mardi Lestari menjadi 10.20 detik di ajang PON 1989. Rekornas milik Mardi itu kemudian dipecahkan anak muda Suryo Agung Wibowo menjadi 10.17 detik di SEA Games Nakhon Rachasima, Thailand 2007.

Pada kejuaraan Asia 1985 di Jakarta, Purnomo nyaris membuat sejarah ketika tampil di nomor lari 100 meter. Pada lomba yang berlangsung 26 September 1985 di Stadion Madya Senayan itu Purnomo berlari bersama raksasa Asia lainnya seperti Zheng Chen dari Cina, Jang Jae Keun (Korsel), Talal Mansoor (Qatar), Summet Promna dari Thailand.

Sayangnya Purnomo yang berada di lintasan 5 dan sempat memimpin harus mengubur impiannya. Ia disalip Zheng Chen yang akhirnya merebut medali emas. Purnomo pun harus puas dengan medali perak.Perunggu untuk Talal Mansoor. Catatan waktu Purnomo kala itu 10.33 detik atau terpaut 04 detik dengan Zheng Chen.

Bersama Christian Nenepaath, Ernawan Witarsa dan Kardiono, Purnomo juga membukukkan rekornas lari estafet 4 x 100 meter yang bertahan selama 12 tahun.

Jenazah almarhum ayah empat anak yang sempat disemayamkan di rumah duka Perumahan Discovery Lumina Jalan Lumina V No.120 Bintaro jaya Sektor VII dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan. ***

wwwwww