Korban Tewas Speedboad Pancung Malaysia - Indonesia Ingin Pulang ke Sumbar karena Ingin Rawat Ibu yang Sudah Tua

Korban Tewas Speedboad Pancung Malaysia - Indonesia Ingin Pulang ke Sumbar karena Ingin Rawat Ibu yang Sudah Tua
Tim SAR saat mengevakuasi para korban
Sabtu, 01 Desember 2018 15:29 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Penemuan beberapa jasad yang mengapung di perairan Bengkalis, Riau, mulai terkuak. Mereka merupakan korban speedboad pancung (istilah untuk kapal kecil yang pipih), yang tenggelam di perairan Rupat Utara.

Keluarga korban, Anto melalui sambungan whatssapp kepada GoRiau.com, Sabtu (1/12/2018) mengatakan, dua penumpang dari 19 penumpang speedboad pancung itu adalah keluarganya.

''Mimi yang ditemukan itu adalah adik saya. Dia berangkat sama anaknya yang masih berusia 6 tahun. Mereka berangkat ilegal karena dokumennya hilang,'' ujar Anto dari Malaysia.

Anto mengatakan, perempuan yang ditemukan mengapung di perairan Kabupaten Bengkalis adalah adiknya yang pulang ke Indonesia dengan cara Ilegal dikarenakan dokumen kewarganegaraannya hilang di Malaysia.

Anto saat menghubungi GoRiau.com melalui sambungan telepon WhatsApp, mengakui adiknya ingin pulang ke Indonesia karena ingin mengkitankan anaknya bernama Rian (9) yang berada di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

''Dia juga pulang ke Indonesia dikarenakan ingin menjaga ibunya yang sudah tua di kampung, dan tidak berencana lagi untuk kembali ke Malaysia,'' kata Anto, Sabtu (1/12/2018).

Dijelaskannya, bahwa adiknya bernama Mimi bersama keponakannya terpaksa pulang melalui cara ilegal dikarenakan dokumen kewarganegaraan Indonesia hilang di Malaysia.

Dikatakannya kembali, bahwa Mimi berada di salah satu daerah di Malaysia, sudah lima tahun lamanya bekerja disalah satu gerai makanan.

Untuk biaya menggunakan jalur gelap tersebut dirinya tidak mengetahui, dikarenakan adiknya sendiri yang berkomunikasi dengan pihak kapal speed pancung tersebut.

''Saya hanya bermohon kepada pihak yang berwajib di Indonesia untuk bisa menemukan keponakan saya dalam kondisi apapun, kami pihak keluarga sangat menanti kabar keponakan kami ini,'' katanya berharap.

Mimi berangkat dari Malaka, Malaysia pada Rabu (21/11/2018) sekitar pukul 12.00 malam waktu setempat, melalui cara ilegal dengan tujuan Pulau Rupat Bengkalis. ***

Kategori:Peristiwa, Umum

GoSumbar.com Meski Belum Ada yang Melapor, IKPS akan Fasilitasi Keluarga Korban Speedboad Pancung yang Tenggelam di Perairan Bengkalis
GoSumbar.com Sebelum ke Indonesia Lewat Rupat, Ica, Korban Speedboad Pancung yang Hilang di Perairan Bengkalis Cium Semua Anggota Keluarga
GoSumbar.com Ternyata Jasad yang Mengapung di Perairan Bengkalis Itu Totalnya 19 Orang, Ini Pengakuan Keluarga Korban
GoSumbar.com Satu dari 3 Mayat yang Terapung-apung di Perairan Bengkalis Ternyata Warga Sumbar
GoSumbar.com Terungkap! Perizinan Hanung Bramantyo untuk Bumi Manusia sempat Dijawab Pramoedya: Tidak Semudah Itu Bung!
GoSumbar.com Miliki Pengalaman Kelola Kampus, Arissetyanto Layak jadi Rektor UI yang Baru
GoSumbar.com Ternyata Tempat Hiburan Dragon Lokasi Cekcok Satpol PP vs BNN Riau Belum Bayar Pajak
GoSumbar.com Polda Jabar Pastikan Periksa Polwan Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua
GoSumbar.com Aliansi Mahasiswa Bandung Desak Polda Jabar Pecat Polwan Pemberi Miras
GoSumbar.com Polda Jabar Sebut Polwan Bagi Miras ke Mahasiswa Papua Atas Inisiatif Pribadi
GoSumbar.com Tolak Miras dari Polisi Bandung, Mahasiswa Papua: Ini Tidak Manusiawi, Jangan Tuduh Kami Pemabuk?
GoSumbar.com Mantan Wartawan Parlemen Ini Sah jadi Anggota DPRD Agam
GoSumbar.com Desak Polisi Tak Proses Laporan soal UAS, Aktivis Riau: Jangan Pancing Kami!
GoSumbar.com Zulkifli Hasan Jelaskan soal PAN Tak Ikut Kabinet Jokowi
GoSumbar.com Zulhas Janji Tak Minta Menteri ke Jokowi, Amien Rais Tak Khawatir Lagi
GoSumbar.com Mbak Tutut: Kehidupan Lebih Baik dan Sejahtera Bisa Diraih Melalui Tolong-menolong
GoSumbar.com Koramil 10 Koto Baru Gelar Pelayanan kesehatan Gratis, Senam Massal dan Outbound
GoSumbar.com Dituding Lakukan Abuse of Power, Irvan Herman: Jika Tak Ingin Kenak Sanksi, Ikuti Saja Keputusan DPP
wwwwww