Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
21 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
20 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Internasional
12 jam yang lalu
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
5
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
GoNews Group
12 jam yang lalu
Penderita  Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
6
Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Ledakan Dahsyat di Beirut
Internasional
17 jam yang lalu
Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Ledakan Dahsyat di Beirut
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kapolri Didesak Pantau Kasus Dugaan Pembunuhan Supir Bupati Lampung Utara

Kapolri Didesak Pantau Kasus Dugaan Pembunuhan Supir Bupati Lampung Utara
Selasa, 24 April 2018 13:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LAMPUNG - Ketua Umum Gerakan Muda Mudi Lampung Utara (GMM-LU), Rijal Ilyas, meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk ikut memantau kasus dugaan pemhunuhan Yogi Andhika, supir Bupati Lampung Utara (nonaktif) Agung Ilmu Mangkunegara.

"Kami meminta pak Kapolri Tito ikut pantau kasus dugaan pembunuhan Yogi agar cepat terungkap dan penyelesaiannya tidak lambat, apalagi kalau dilihat dari kronologi diduga kuat perbuatan keji ini berencana, pasti ini ada dalangnya," tegas Rijal kepada GoNews.co melalui siaran persnya, Selasa (23/4/2018).

Oleh karena itu, sambung Rijal, pihak kepolisian harus mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya dan menangkap seluruh pelaku penganiayaan Yogi yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Ini menyangkut nyawa seseorang, jangan sampai kasus seperti ini disepelekan, harus ada efek jera dan hukuman yang setimpal," kata mantan aktivis UIN Jakarta ini.

Peristiwa yang dialami Yogi terjadi sekitar 7 (tujuh) lalu. Saat itu, Yogi Andhika pulang ke rumah dengan sekujur tubuh penuh luka dan memar.

Kepala bagian belakangnya pecah. Di punggungnya penuh dengan luka seperti terkena sundutan api rokok.

Bahkan ketika itu, Yogi sempat mengeluarkan muntah dengan darah yang mengental. Yogi Andhika sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek guna memberikan pertolongan pada anaknya tersebut.

Almarhum Yogi hanya mampu dirawat selama 5 (lima) hari. Karena kami tidak memiliki biaya untuk pengobatan, maka diputuskan untuk merawat almarhum di rumah.

Meskipun pihak rumah sakit melarang karena kondisi almarhum Yogi saat itu sangat parah dan masih membutuhkan perawatan intensif.

Menurut keterangan keluarga almarhum yang disampaikan saat almarhum Yogi Andhika dirawat di rumah bahwa dirinya sempat mengalami penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum dekat dalam lingkaran tokoh nomor satu yang dimaksud. ***


Loading...
www www