Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
3
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
7 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
8 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
13 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
10 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Kontribusi Pertanian Dalam PDRB Pesisir Selatan Menurun

Kontribusi Pertanian Dalam PDRB Pesisir Selatan Menurun
Senin, 22 Januari 2018 12:31 WIB
PAINAN - Perlahan, namun pasti, kontribusi sektor pertanian, utamanya tanaman pangan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kian turun dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Seksi (Kasi) Wilayah dan Analisi (Nerwilis) Badan Pusat Statistik (BPS), Sunaryo mengungkapkan berkurangnya kontribusi sektor pertanian tentunya tak lepas dari dua faktor penting.

"Pertama, adanya alih fungsi lahan pertanian, utamanya area persawahan menjadi perumahan," ungkapnya pada GoSumbar.com di Painan, Rabu (18/1/2018).

Dari catatan BPS, kontribusi sektor pertanian dalam PDRB pada 2016 berdasarkan harga konstan hanya 2,1 persen.

Angka tersebut tercatat lebih rendah dibanding periode tahun sebelumnya yang mencapai 5,5 persen.

Bahkan, untuk tanaman pangan -2,51 persen. Sementara di lain sisi, Pessel termasuk daerah penunjang program swasembada pangan 2019 yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Faktor kedua, ia melanjutkan, adanya alih fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit, misalnya.

Hal itu terkonfirmasi dari 15 kecamatan yang ada, 10 diantaranya kini menjadi area perkebunan kelapa sawit.

"Kendati demikian, peranan sektor pertanian terhadap PDRB masih tetap mendominasi," sebutnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Jumsu Trisno mengakui adanya gejala penurunan itu. Menurutnya, penurunan kontribusi tersebut berbanding lurus dengan penurunan produksi pertanian di sub-sektor tanaman pangan.

Hal itu dipicu karena rusaknya sebagian irigasi di daerah ini. Berdasarkan hitungan Dinas Pertanian, jumlah irigasi yang rusak mencapai 8.077 hektare, dari 21 ribu hektare irigasi yang ada di Pesisir Selatan.

"Akibatnya, yang semula bisa tanam dua kali dalam satu tahun, kini cuma satu kali saja," sebutnya.

Kendati demikian, pemerintah daerah tetap melakukan upaya peningkatan produksi.

Salah satu upaya yang dilakukan, tambahnya, adalah dengan mengembangkan teknologi padi. Kemudian meningkatkan produktivitas lahan.(tes)

Editor : Agib Noerman
Kategori : Pemerintahan, GoNews Group, Pesisir Selatan

Loading...
www www