Home  /  Berita  /  GoNews Group

Meski OPD Baru, Pejabat Baru, Tapi Urusan Protokol Tetap di Pegang 'Orang Botak'

Meski OPD Baru, Pejabat Baru, Tapi Urusan Protokol Tetap di Pegang Orang Botak
Sabtu, 08 April 2017 09:01 WIB
PADANG - Saat ini Sumatera Barat telah melaksanakan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sesuai dengan PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Namun khusus Urusan Protokol dalam menata acara dan pelayanan tamu, yang berada di lingkup Biro Umum Sekretariat Daerah yang baru dua (2) hari ini ditinggal pejabat lama dan kini dijabat Pelaksana Tugas Kuswandi S.Sos.MM, tidak banyak perubahan, tetap dipimpin berkepala botak.

Gurauan ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam acara pertemuan Forum Protokol Yogyakarta yang dipimpin oleh Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam X, di ruang rapat kantor Gubernur, Kamis (6/4/2017). Ikut Hadir dalam kesempatan itu Asisten Administrasi Umum Drs. Nasir Ahmad,MSi, Plt. Kabiro Umum Kuswandi, S,Sos.MM, Kabag dilingkungan Biro Umum Setdaprov Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit lebih jauh menyampaikan, jumlah OPD Sumatera Barat saat ini berjumlah 50 OPD dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah. Karena ada OPD yang amat spesifik Sumatera Barat yang memiliki potensi rantau yang cukup besar yang pelayanan penyelenggaraan oleh Biro Kerjasama Rantau.

Sumatera Barat diakui banyak pihak sebagai daerah yang sering dan banyak dikunjungi tamu, karena itu perhatian terhadap pelayanan tamu menjadi sesuatu yang menjadi perhatian kepala daerah. Standar Operasional Pelayanan (SOP) Protokol dalam pelayanan tamu tidak boleh salah dan mesti baik dan benar.

Sama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat juga merupakan daerah tamu, wisatawan mancanegera, wisatawan lokal yang ramai dikunjungi tentu memiliki pengalaman dan spesifik pelayanan yang cukup baik. Pertemuan ini tentu akan saling berbagi pengalaman dan shering informasi dalam meningkatkan pelayanan tamu dan hal-hal lain yang tentunya berdampak positif dalam penyelenggaraan protokol kedepan, ungkapnya.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan permohonan maaf jika ada pelayanan yang tidak pada tempatnya, karena wagub Sri Paduka Paku Alam DIY merupakan sosok tokoh bangsawan di Yogyakarta. Di Sumatera Barat kita memimpin tidak dapat seperti sebagai pejabat yang mesti dihormati sebagaimana layaknya.

Akan tetapi masyarakat Sumatera Barat yang egaliter dan amat dekat serta kritis memiliki prinsip, "ditinggikan seranting, dimajukan selangkah", maknanya jika salah mudah saja masyarakat menarik dan menasehati pimpinan tersebut, karena hanya didahulukan selangkah, ujar Nasrul Abit.

Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam sebagai ketua rombongan dalam kesempatan itu menyampaikan, kunjungan dengan rombongan besar lebih kurang 47 orang, ini merupakan aparatur pelaksanaan protokol dan pelayanan tamu se DI Yogyakarta. ''Kedatangan kami untuk melakukan shering informasi dan berbagai pola aturan dan strategi menyikapi penyelenggaraan tamu dan acara dalam beretika dan proses memberikan pelayanan tersebut''.

Selain itu juga rombongan ini akan melakukan refreshing, melihat dan menikmati keindahan alam dan budaya Sumatera Barat yang dikenal dengan julukan ranah Minang. Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat sudah semakin ramai dan banyak orang berlama-lama di daerah ini hidup dengan tenang dan damai.

''Semoga kegiatan ini amat bermanfaat dan memberikan rasa silaturrahmi dalam mencapai berkah hidup bersama dalam berbangsa dan bernegara di tanah air Indonesia,'' harapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Sumatera Barat, GoNews Group, Pemerintahan
wwwwww