Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
3 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
3 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Politik
3 jam yang lalu
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
6
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
4 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemko Padang Hanya “Lips Service"

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemko Padang Hanya “Lips Service
Wismar Pandjaitan, Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa DPRD Padang
Rabu, 01 Maret 2017 18:51 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan menilai program mencetak 10 ribu wirausahawan yang digagas Pemko Padang hanya program "lips service". Buktinya, hingga empat tahun kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah sebagai wlikota Padang tidak ada geliat peningkatan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Wismar, memang Pemko mengklaim program tersebut sudah jalan dengan didasari banyaknya perizinan, akan tetapi tidak adanya geliat ekonomi di tengah masyarakat menandakan program unggulan tersebut dinilai gagal.

Menurut Wismar, seharusnya Pemko Padang mampu melaksanakan program tersebut, mengingat setiap kecamatan memiliki sentra ekonomi. “Saya amati, pada beberapa kecamatan, masyarakat memiliki home industry atau usaha kecil menengah yang bias dikembangkan. Sayangnya, Pemko tidak melihat potensi yang ada,” tegas Wismar dalam beberapa kesempatan.

Anggota DPRD Padang dari dapil Koto Tangah ini menilai gagalnya Pemko Padang menjalankan program tersebut disebabkan tidak adanya data soal sentra ekonomi yang dimiliki stakeholder terkait. Selain itu, stakeholder juga tidak memiliki perencanaan yang matang dalam upaya menciptakan 10 ribu wirausahawan di Kota Padang.

Pada kesempatan ini Wismar juga mengkritik pelatihan kewirausahawan yang selama ini dilaksanakan Pemko Padang tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Wismar tidak hanya mengkritik program 10 ribu wirausahawan, tetapi juga mengkritik pelayanan publik. Wismar menilai masih banyak persoalan pelayanan publik yang harus dibenahi Pemko terutama parkir, pasar raya dan terminal. Bahkan, untuk pelayanan publik Wismar berani member Pemko rapor merah.

“Kalau persoalan pantai bersih, Pemko jangan jumawa dulu. Itukan berkaitan dengan IORA sehingga dibantu Angkatan Udara. Setelah pelaksanaan IORA coba lihat sekarang, banyak masyarakat kembali berjualan ikan di sepanjang pantai,” tegas Wismar. (agb)


Loading...
www www