Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
15 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
15 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
14 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
13 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Misteri Angka 4 Romawi pada Jam Gadang Bukittinggi

Misteri Angka 4 Romawi pada Jam Gadang Bukittinggi
Sabtu, 08 Agustus 2015 18:12 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
ANDA pernah berkunjung ke Bukittinggi, Sumatera Barat? Di kota ini terdapat sebuah monumen menjulang bernama Jam Gadang. Hampir semua orang mengagumi ikon kota Bukittinggi ini, namun tak banyak yang menyadari tentang keunikan dan misteri pada angka-angka romawi jam raksasa tersebut.

Jika dilihat lebih teliti, angka 4 romawi pada Jam Gadang ditulis IIII, bukan IV. Inilah yang menjadi tanda tanya, bahkan belum terpecahkan hingga sekarang. Benarkah angkah IIII mengandung simbol konspirasi atau hanya kesalahan dari si pembuat?

Bagi sebagian orang yang mempercayai teori konspirasi, angka IIII pada Jam Gadang merujuk pada kecemasan Belanda akan simbol IV yang merupakan singkatan ''I Victory'' yang berarti ''Aku Menang''. Belanda takut angka IV menjadi pemacu semangat perjuangan Indonesia untuk merdeka.

Maklum, jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota) Kota Bukittinggi kala itu. Pada masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang megah patung seekor ayam jantan. Namun patung ayam itu digandi menjadi bentuk klenteng pada zaman pendudukan Jepang. Ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan dan diganti dengan gaya atap bagonjong rumah adat khas Minangkabau.

Pendapat lain dari cerita warga setempat, angka IIII merupakan petunjuk jumlah korban tewas dalam pembangunan bangunan jam besar setinggi 26 meter tersebut. Monumen berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter dan ditopang bangunan dasar seukuran 13 x 4 meter.

Jadi versi cerita ini, angka IIII melambangkan jumlah tumbal tukang batu pada proses pembangunan jam yang konon hanya ada dua di dunia. Satu di Sumatera Barat dan kembarannya di Big Ben, Inggris.

Lantas mana yang benar? Biarlah keganjilan ini menjadi keunikan sekaligus tantangan bagi siapa pun untuk mengungkap misteri angka 4 Jam Gadang. ***

Sumber : rimanews.com
Kategori : Umum, GoNews Group

Loading...
www www