Home  /  Berita  /  Peristiwa

Sultan Najamudin Sebut Ibas Calon Pemimpin Masa Depan

Sultan Najamudin Sebut Ibas Calon Pemimpin Masa Depan
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin dalam suatu kegiatan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 10 Juni 2021 18:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) adalah calon pemimpin masa depan Indonesia. Demikian dikatakan Sultan saat menghadiri undangan virtual Ibas dalam sidang promosi doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB) siang ini Kamis (10/6/2021).

Dalam sidang tersebut Ibas mempresentasikan disertasi yang berjudul "Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif".

Sidang ini kata Sultan, membuktikan bahwa Ibas memiliki kapabilitas serta dedikasi yang besar untuk kemajuan bangsa Indonesia. "Dan semoga wawasan serta pengetahuan yang ditawarkan beliau dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita semua," tandasnya.

Sultan B Najamudin pun mengucapkan selamat dan bangga atas pencapaian oleh putera kedua Presiden Republik Indonesia ke-6 tersebut. "Selamat untuk beliau. Saya mendengarkan langsung apa yang dipaparkan oleh Mas Ibas. Gagasan dalam disertasinya sangat menarik. Dan saya yakin skema yang diusungnya akan dapat digunakan sebagai salah satu rujukan pemerintah dalam membangun sektor pariwisata", ujarnya.

Apalagi kata Sultan, saat ini kondisi sektor pariwisata sedang mengalami kesulitan semenjak dilanda Pandemi global Covid-19. Sekali lagi selamat Mas Ibas, dan dengan kapasitas dan keilmuan yang dimiliki saya yakin beliau nanti akan menjadi pemimpin besar dimasa yang akan datang," tandas senator muda asal Bengkulu ini.

"Masa Pandemi sangat berdampak pada semua sektor termasuk industri pariwisata, Sebelumnya industri pariwisata yang ada di Indonesia tengah mengalami perkembangan yang cukup pesat usai tagar "Wonderful Indonesia" mulai dikenal dunia, tetapi selama masa pandemi ini baik turis lokal maupun mancanegara mengalami penyusutan jumlah yang sangat signifikan. Dari banyaknya sektor yang terkena dampak pandemi, Industri pariwisata merupakan salah satu yang terkena dampak terbesar dibanding industri-industri lainnya," ungkap Sultan.

Menurut "Worl Travel And Tourism Council", kerugian yang dialami Indonesia semenjak bulan januari dari industri pariwisata adalah kurang lebih 1,5 Miliar Dollar AS. Penutupan akses bagi turis-turis dari tiongkok merupakan salah satu alasan terbesarnya, Bulan febuari adalah Tahun baru Cina yang merupakan Peak season. Wisatawan dari tiongkok yang mendominasi banyaknya turis asing pada peak season kali ini.

"Pariwisata memang harus dibangun terpadu dengan semangat berkelanjutan dan terbuka. Dan skema pembiayaan serta investasi harus menjadi kunci. Selain itu juga yang tak kalah penting bahwa masyarakat tetap diletakkan sebagai subjek utama dalam pembangunan seluruh potensi pariwisata. Dan presentasi Mas Ibas mengupas semuanya secara tuntas," pungkasnya.***

wwwwww