Home  /  Berita  /  Sepakbola

Witan Sulaeman Winger Termuda di Timnas Indonesia

Witan Sulaeman Winger Termuda di Timnas Indonesia
Rabu, 09 Juni 2021 22:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTAFigur Witan Sulaeman sebagai pemain sepak bola profesional yang bermain di posisi sayap skuad Garuda, merupakan pemain termuda di tim ini, untuk posisi tersebut. Dirinya sudah dua kali tampil sebagai pemain inti saat uji coba melawan Afghanistan dan saat duel melawan Thailand di laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (3/6/2021).

Witan saat ini bergabung di klub Serbia, FK Radnik Surdulica. Tidak ada yang mengetahui bahwa semasa kecil atau awal titik balik pertama kali dirinya diperkenalkan dengan dunia sepak bola, adalah dari sang ayah.

Pria kelahiran Palu, 8 Oktober 2001 itu juga menceritakan awal mula dia bisa berkarir di sepak bola hingga saat ini tergabung di Radnik dan skuad Garuda.

“Dahulu saat kecil ayah selalu mengantarkan saya bermain sepak bola, namun beliau tidak pernah menemani saya berlatih hingga akhir, selalu saya ditinggalkan karena dia juga sibuk bekerja. Namun karena itu juga saya menjadi mandiri, disaat teman-teman lain ditemani latihan oleh orang tua mereka, saya tidak,” kenangnya.

Sekolah sepak bola pertamanya adalah SSB Galara tahun di 2013 hingga 2015, kemudian baru dia lama di bersekolah sekaligus menerima pelajaran sepak bola di SKO Ragunan, dari tahun 2016 hingga 2019.

Witan memulai karir sepak bola profesionalnya yaitu saat menandatangani kontrak bersama klub liga 2 PSIM Yogyakarta di tahun 2019 hingga 2020. “Tahun 2020 agen saya menawarkan untuk bermain di salah satu klub Serbia FK Radnik Surdulica,” tuturnya.

Dia pun bergabung disana bulan Februari 2020 dengan jangka waktu kontrak tiga setengah tahun. Namun karena pandemi Covid-19 disana, selama dua setengah bulan, dia kembali ke Indonesia. Witan baru mendapatkan debut profesionalnya di klub tersebut di tanggal 14 Juni 2020, bermain menggantikan Bogdan Stamenković kala laga melawan Radnicki Nis dan mengalami kekalahan 2-4.

“Tentu senang dengan pengalaman bermain pertama kali saat itu di Radnik, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” sebut Witan.

Untuk karirnya di timnas Witan menceritakan pernah ikut pemusatan latihan dan seleksi untuk timnas U-16 masa Fakhri Husaini. “Namun sayang, saat itu PSSI di suspend oleh FIFA, sehingga tim tersebut dibubarkan, tidak diteruskan, karena tak bisa mengikuti ajang internasional apapun,” katanya. ***

wwwwww