Home  /  Berita  /  Peristiwa

Mensos Risma: Dana untuk Bantuan Palestina Aman dan Tak Ada Masalah

Mensos Risma: Dana untuk Bantuan Palestina Aman dan Tak Ada Masalah
Mensos Risma dalam suatu kesempatan. (foto: Istimewa)
Rabu, 09 Juni 2021 05:11 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini memastikan dana untuk bantuan Palestina tidak ada masalah dan telah dimonitoring oleh BPATK guna menghindari penyalahgunaan dana yang dikhawatirkan masuk ke dalam jaringan terorisme.

"Sekarang lagi dikoordinasikan sebenarnya ga ada masalah harus dikontrol, karena dikhawatirkan digunakan untuk terorism dan lain sebagainya. Monitoring yang harus kita lakukan makanya kita undang BPATK agar bersama-sama mengontrol. Kami juga ada keterbatasan dalam mengawasi dana Palestina," kata Mensos saat ditemui MPI, Selasa,(08/06/2021).

Pada kesempatan ini Mensos menerima audiensi dari berbagai LSM yakni Baznas, Lazismu, Lazisnu, dompet dhuafa, rumah zakat dan PPPA Daarul Qur'an guna sinergitas dalam penanganan bencana dan kesejahteraan sosial guna membantu pemberdayaan ekonomi pasca bencana.

"Kami akan membantu terutama untuk pemberdayaan ekonomi jadi masing-masing lembaga ini spesialisasi memang ada yang pemberdayaan dan pembangunan tempat ibadah dan ada yang konsen pendidikan. Jadi kita akan lakukan sinergi bersama untuk bagaimana menangani saat bencana pasca bencana, kemudian saat kondisi yang ada ditangani bersama contohnya pengentasan kemiskinan,"jelas Mensos.

Nantinya Kemensos akan menyiapkan dashboard agar memudahkan dalam memberikan informasi terkait bantuan sosial dalam satu data dan berbagai daerah dapat memberikan update data bantuan yang dibutuhkan secara real time.

"Kita akan koordinasi rutin, kalau ada dashboard biar sama sama, kita bisa lihat kira-kira yang dibutuhkan apa untuk saudara-saudara yang membutuhkan misalnya siapa yang bisa membantu, mungkin ada informasi dari daerah di dashboard itu bisa lengkap dari masyarakat,"tutur Mensos.

Ia menambahkan seluruh masyarakat dapat memberikan masukan agar nantinya kemensos dapat berbagi peran dengan tugas masing-masing sehingga tidak ada tumpang tindih. Data pun didapatkan dari daerah asal atau masyarakat untuk ikut memasukkan data ke dalam dashboard tersebut.

"Dashboard ini bukan hanya kecepatan tetapi ketepatan misalnya di NTT bilang kami warga NTT bosen makan telur dan mie instan tadi ada ide memberikan bantuan makanan lain sehingga anak-anak gizinya bisa terpenuhi,"jelas Mensos.

Sinergitas dalam penanganan bencana dan kesejahteraan sosial ini nantinya akan didukung oleh berbagai LSM lainnya. "Kami akan rundingkan apa yang akan di tangani bersama sama,"imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww