Home  /  Berita  /  Olahraga
Kualifikasi Tinju Olimpiade Zona Eropa 2021

Boy Pohan Beberkan Ketatnya Penanganan Covid-19 di Paris

Boy Pohan Beberkan Ketatnya Penanganan Covid-19 di Paris
Boy Pohan (kaos biru) bersama wasit/hakim dari negara lain yang memimpin Kualifikasi Tinju Olimpiade Zona Eropa 2021.
Selasa, 08 Juni 2021 00:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Muhammad Arisa Putra Pohan yang dipanggil akrab Boy Pohan telah mencetak sejarah di dunia tinju amatir. Dengan predikat wasit/hakim bintang tiga Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA), Boy Pohan menjadi satu-satunya wasit/hakim Indonesia yang mendapat  kepercayaan memimpin babak kualifikasi Olimpiade dan akan bertugas di Olimpiade Tokyo 2021.

Saat ini, Boy bertugas menjadi wasit/hakim di Kejuaraan Tinju babak kualifikasi Olimpiade zona Eropa yang berlangsung di Le Grand Dome stadium Paris, Perancis, 4-9 Juni 2021

Kepada Gonews.co Group, Boy Pohan yang dihubungi melalui telepon selular Senin (7/6/2021), menceritakan bagaimana ketatnya penanganan pandemi Covid-19 yang ditangani Boxing Task Force pimpinan Morinari Watanabe asal Jepang yang juga member IOC pada babak kualifikasi Olimpiade tersebut. Boxing Task Force sendiri dibentuk IOC sehubungan kasus pengaturan kemenangan dalam pertandingan tinju yang terjadi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Boy yang bertolak dari Jakarta ke Paris tanggal 31 Mei 2021 diwajibkan membawa hasil PCR tes yang berlaku 72 jam sebelum keberangkatan Setibanya di Paris, dia dijemput dengan bus untuk dibawa ke tempat pertandingan dan kembali menjalani test PCR dan baru diantar ke hotel.

"Bus gede itu hanya berisi 15 penumpang. Kita dibawa ke tempat pertandingan yang sudah ditunggu tim medis untuk menjalani PCR. Dan, selama di hotel pun kita tidak diperkenankan kontak dengan peserta lain dan tidak boleh keluar dari batas hotel yang ditetapkan. Aturan yang sama juga diberlakukan kepada pelatih dan offisial," ujarnya.

Setiap peserta wajib menggunakan masker dari panitia di hotel dan mereka harus mengganti masker saat tiba di tempat pertandingan yang juga disediakan. Antisipasi pandemi Covid-19 juga diberlakukan pada saat timbang badan petinju. Timbangan dan kursi yang disediakan bagi petinju akan disemprot sanitizer setiap usai timbang badan.
Penyemprotan sanitezer, kata Boy Pohan, juga dilakukan petugas terhadap tali ring, sudut merah dan biru yang ditempati petinju pada setiap usai pertandingan.

Khusus wasit yang berugas di atas ring, kata Boy, diwajibkan menggunakan sarung tangan medis dua lapis di tangan kanan dan tangan kiri. "Antisipasinya pandemi Covid-19 yang diterapkan Boxing Task Force dengan Panitia memang luar biasa. Jadi, wasit dipastikan bersih karena wajib melepaskan sarung tangan jika memungut gamsil (pengaman gigi) petinju yang terlepas. Makanya, sarung tangan dipakai dua lapis sehingga tidak mengganggu pertandingan. Dan, wasit bisa meminta penggantinya dari dokter ring yang bertugas jika terhadi gambis lepas tiga kali," jelasnya lagi.

Setiap pertandingan ditetapkan tiga dokter yang bertugas harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Dan, mereka wajib mengganti APD setelah tiga kali melakukan pemeriksaan petinju.

Pertandingan dilakukan tanpa penonton. Para petinju yang tampil saja yang diperkenankan datang ke tempat pertandingan dimana mereka disiapkan ruangan khusus. Bagi petinju yang sudah selesai menjalani pertandingan langsung ke ruang ganti pakaian dan bersiap-siap untuk kembali ke hotel. ***

Kategori:Olahraga
wwwwww