Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Nggak Masuk Akalnya Rencana Ngebut Belanja Besar Alutsista hingga 2024, Menurut Connie

Nggak Masuk Akalnya Rencana Ngebut Belanja Besar Alutsista hingga 2024, Menurut Connie
Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini dalam suatu kesempatan. (gambar: ist./tangkapan layar video cnn indonesia)
Senin, 31 Mei 2021 09:00 WIB
JAKARTA - Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini, mempertanyakan bagaimana negara menghabiskan banyak anggaran untuk membeli Alutsista dalam 2,4 tahun hingga tahun 2024.

Pertanyaan Connie merespons penjelasan Anggota Komisi I Fraksi PPP DPR RI (Partai Persatuan Pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Syaifullah Tamliha dalam acara kompasTV bahwa Kemhan sudah mengusulkan kepada presiden beberapa perjanjian (beli Alutsista, red) dengan negara-negara sahabat. Kemhan juga sudah menyusun strategi agar belanja senjata dengan negara tertentu tidak membuat tersinggung negara lain. Strategi yang mungkin ditempuh misalnya, Indonesia membeli dari Rusia tapi juga membeli dari sekutu AS, Perancis.

Kata Connie, "Kalau pun yang disampaikan Pak Tamliha itu betul. Mau beli, beli, beli. Saya mau tanya, dimana sekarang bisa beli kapal selam baru yang selesai dalam 2,5 tahun? Kasih tahu Saya nama negaranya!".

"Dimana kita bisa beli pesawat tempur jadi, utuh, dalam 2,5 tahun? Dimana kita beli kapal induk-kalau memang kita harus pakai kapal induk-yang bisa selesai dalam 2,5 tahun? Nggak ada. Makanya pertanyaan Saya yang paling besar adalah kenapa semua di-pressing ke 2024?" pertanyaan Connie yang dikutip GoNEWS.co dari video kompasTV, Senin (31/5/2021).

Menyanggah Connie, Syaifullah mengatakan, "Betul, kita tidak mungkin membeli Alutsista dalam 2,5 tahun. Tahun 2024 selesai,".

"Yang kita maksud itu, yang dimaksud Kemenhan itu adalah, bahwa kontraknya harus selesai tahun 2024. Tentunya setelah kontrak perjanjian pengadaan Alutsista dari negara-negara sahabat akan dilakukan pembayaran melalui APBN setiap tahunnya, mungkin saja sampai 2045," jelas Syaifullah.

Connie kemudian kembali merespons, kalau pembayarannya panjang lalu kenapa harus dilunasi hingga 2024. Ia mengungkapkan, betul bahwa dalam rencana memang ada pembayaran pembayaran yang dicicil hingga 2045 tapi nilainya hanya sekitar 13 triliunan dolar AS. "Nah, yang besar-besar ini yang Saya nggak tahu kemana," karena total anggaran dalam perencanaan mencapai kisaran Rp1.760 triliun.

Seperi diketahui, R-Perpres tentang pertahanan nasional menjadi polemik karena memuat anggaran jumbo sekira Rp1.760 triliun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Pemerintahan
wwwwww