Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Jika Anggaran Jumbo Pertahanan RI dari Hutang, Siapa yang akan Bayar? Prabowo?

Jika Anggaran Jumbo Pertahanan RI dari Hutang, Siapa yang akan Bayar? Prabowo?
Prabowo Subianto. (foto: dok. ist. antara via idn times)
Senin, 31 Mei 2021 15:00 WIB
JAKARTA - Sejumlah besar anggaran pertahanan nasional hingga 2024 rencananya akan didapat dari pinjaman. Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini, mempertanyakan bagaimana Indonesia akan membayar hutang tersebut.

"Yang mau balikin itu siapa? Kementerian Pertahanan? Pak Prabowo? Atau rakyat Indonesia," kata Connie dikutip GoNEWS.co dari video kompasTV, Senin (31/5/2021).

Perhitungan mengenai ini, menurut Connie harus jelas, agar bisa jelas pula berapa beban yang ditanggung Indonesia per tahun jika anggaran besar pertahanan didapat dari hutang.

Selanjutnya, Connie menyampaikan, penguatan pertahanan dalam hal ini pengadaan Alutsista yang dikebut hingga 2024 harus dipikirkan hingga tahapan bagaimana kesiapan personel dalam menggunakan Alusista.

"Contoh, untuk kapal selam, per satu kapal selam bisa membutuhkan 50 - 75 personel. Jika dalam 2,5 tahun kita menambah misalnya 6 kapal selam maka ada kebutuhan personel sebanyak 6 x 75 orang. Bagaimana kita sulap?" kata Connie.

Sementara itu, anggota Komisi I Fraksi PPP DPR RI (Partai Persatuan Pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Syaifullah Tamliha dalam responsnya mengatakan, dirinya khawatir dengan pendapat liar dari Connie.

Ia menjelaskan, memang tidak mungkin misalnya jumlah kapal selam Indonesia bertambah sedemikian dalam waktu 2 tahunan. "Tapi kontrak kerjanya, boleh sampai tahun 2024,".

"Karena Bapak Presiden Jokowi (berdasarkan konstitusi, red) masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2024. Nah, kesempatan ini lah Pak Jokowi membeli pesawat-pesawat tempur dari sekarang," kata Tamliha.

Dengan begitu, lanjut Tamliha, Indonesia akan siap untuk bertempur dengan negara mana pun pada tahun 2042.

Sebelumnya diberitakan, anggaran pemenuhan kebutuhan Alpalhamkam (Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan) hingga 2024 mencapai 124.995.000.000 dolar AS atau setara dengan lebih kurang Rp1.760 triliun.

Pasal 2 a R-Perpres Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan atau Alpalhankam Tahun 2020 - 2024 menyebut, sebanyak 79.099.625.314 dolar AS dari total hampir 125 miliar dolar AS itu digunakan untuk akuisisi Alpalhankam (pengadaan persenjataan, red). Dari jumlah itu, 20.747.882.720 telah teralokasi pada Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Pemerintahan
wwwwww