Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Anggaran Jumbo Pertahanan jadi Polemik, Ternyata DPR...

Anggaran Jumbo Pertahanan jadi Polemik, Ternyata DPR...
Gedung DPR, DPD, MPR Republik Indonesia di Senayan, Jakarta. (foto: dok. gonews.co/dzulfiqar)
Senin, 31 Mei 2021 06:00 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I Fraksi PPP DPR RI (Partai Persatuan Pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Syaifullah Tamliha mengungkapkan, komisinya memang meminta Kemhan untuk membuat desain besar pertahanan nasional.

Pernyataan Syaifullah tersebut, menanggapi pertanyaan jurnalis kompasTV mengenai rencana pembaruan Alutsista dan rencana penggunaan anggaran jumbo hingga tahun 2024.

"Menteri Pertahanan diminta oleh Komisi I untuk membuat grand design. Seberapa besar untuk MEF (Minimum Essential Force/Kekuatan Pokok Minimum) itu? Nah, Menhan sudah mengusulkan kepada presiden beberapa perjanjian dengan negara-negara sahabat. Dalam proses itu, Komisi I selalu dikonsultasikan secara tertutup," kata Syaifullah dikutip GoNEWS.co dari video kompasTV, Senin (31/5/2021).

Syafullah menjelaskan bahwa dalam perencanaan pertahanan tersebut Kemhan juga telah menyusun strategi agar belanja senjata dengan negara tertentu tidak membuat tersinggung negara lain.

"Misalnya, bagaimana kita membeli punya Rusia tapi Amerika dan sekutunya tidak tersinggung. Kemudian kita juga membeli misalnya pesawat tempur dari Perancis, sekutunya Amerika," tutur Syaifulllah.

Dialog ini mengenai membahas R-Perpres Pertahanan Nasional. Rencana panjang pertahanan nasional hingga tahun 2045 dipadatkan ke tahun 2024 dengan nilai anggaran Rp1.760 triliun yang diberitakan berasal dari dana pinjaman.

Sebelumnya, Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini menyatakan dirinya memegang R-Perpres tentang pertahanan yang memuat anggaran fantastis. Menurutnya kala itu, tak banyak Anggota Komisi I DPR RI yang tahu mengenai muatan R-Perpres ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Pemerintahan
wwwwww