Home  /  Berita  /  Peristiwa

Habib Luthfi Bin Yahya: Lagu Indonesia Raya Bentuk Ikrar atas Pengakuan Indonesia Merdeka

Habib Luthfi Bin Yahya: Lagu Indonesia Raya Bentuk Ikrar atas Pengakuan Indonesia Merdeka
Habib Luthfi Bin Yahya. (Foto: Istimewa)
Minggu, 30 Mei 2021 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rais Aam Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya menyebut lagu kebangsaan Indonesia Raya tak sekadar lagu. Tapi juga ikrar yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama untuk merasa memiliki (handarbeni) Indonesia sebagai tanah airnya.

"Lagu Indonesia Raya sbagai bentuk ikrar atas pengakuan Indonesia sebagai tanah air tercinta," ujar habib Luthfi.

Hal itu disampaikannya dalam acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kediaman Habib Luthfi, Jl dr Wahidin Gg 7 Noyontaan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Habib Luthfi lantas bertanya kepada hadirin. "Yang sering kita nyanyikan itu 'Indonesia tanah airku' apakah ini hanya dianggap sebuah lagu ataukah ikrar?"

Kalau sebagai ikrar lanjut Habib Luthfi, maka harus benar-benar dilaksanakan dalam bentuk rasa memiliki dan handarbeni tanah air bernama Republik Indonesia ini. Habib Luthfi mengibaratkan orang yang merasa memiliki sebuah ladang atau sawah.

"Pastilah ketika ada tanaman diserang hama atau penyakit, kita akan bersihkan hama itu supaya sawah ini menghasilkan untuk keluarga, untuk anak cucu kita," kata Ketua Forum Sufi Dunia.

Lebih lanjut, Habib Luthfi kemudian mengajak semua pihak untuk memaknai membuktikan seberapa saktinya Pancasila. "Kalau yakin Pancasila sakti menurut kekuatannya, maka ayo buktikan kalau bangsa Indonesia ini kuat dan tidak mudah goyah," sebut anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini.

Kepada generasi muda dan pemangku kebijakan, Habib Luthfi mengajak untuk terus mencintai sejarah. Untuk mengetahui perjuangan para pendahulunya, supaya tidak mudah menyalahkan pihak lain.

"Kalau bangsa ini, generasi muda ini, tahu bagaimana susahnya perjuangan, pastilah tidak akan mudah diprovokasi, minimal tidak mudah menyalahkan sana-sini," imbuhnya.

Selain dari kalangan lintas agama, acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga dihadiri para tokoh TNI, Polri, kalangan nahdliyin dan tamu undangan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.***

wwwwww