Home  /  Berita  /  Peristiwa

Soal Peluang Prabowo Diusung PDIP Bareng Puan, Hendrawan: Tergantung Ibu Ketum

Soal Peluang Prabowo Diusung PDIP Bareng Puan, Hendrawan: Tergantung Ibu Ketum
Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 29 Mei 2021 13:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Gerindra membuka peluang kerja sama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) pada Pilpres 2024 mendatang. Prabowo Subianto sangat dimungkinkan duet dengan kader Banteng.

Merespons hal ini, politikus PDIP, Hendrawan Supratikno menegaskan bahwa pencalonan di Pilpres merupakan kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena itu, hanya Megawati yang tahu soal kans koalisi tersebut. "Yang tahu tentu Ketum kami," kata Hendrawan, Sabtu (29/5/2021).

Hendrawan Supratikno juga mengaku tidak mempersoalkan prediksi Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari bahwa koalisi antara partainya dengan Partai Gerindra sudah kawin gantung. Kata Hendrawan, politik adalah seni serba mungkin.

"Politik adalah seni serba mungkin. Jadi setiap opsi pasti punya tingkat kementakan (probabilitas) tertentu. Wajar saja Pak Qodari memprediksi demikian, dan tentu prediksinya atas dasar argumentasi yang cukup menarik," ujar Hendrawan.

Namun, kata dia, yang mengetahui arah koalisi itu adalah Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. "Jujur saja, yang tahu pasti adalah Ketua Umum. Itu wewenang Ketum. Para pengamat lebih berani membuat simpulan dibanding kami yang di dalam partai," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi koalisi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Gerindra di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 akan terjadi. Koalisi antara partai politik yang dipimpin Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto itu diyakininya hanya menunggu waktu peresmian untuk mengokohkannya.

"Menurut saya hampir pasti, PDIP ini berkoalisi dengan Gerindra, bahkan istilahnya PDIP dengan Gerindra ini sudah kawin gantung begitu, tinggal menunggu peresmiannya saja pada tahun 2024 yang akan datang," kata Qodari, Jumat (28/5/2021).

Hubungan antara Megawati dan Prabowo memiliki sejarah yang panjang. Keduanya pernah berduet sebagai Capres-Cawapres pada Pemilu 2009. Bahkan, keduanya membuat perjanjian batu tulis, di mana pada Pemilu 2014 PDIP akan kembali mengusung Prabowo sebagai capres-cawapres, tapi kemudian PDIP mengusung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Lalu, pada 24 Juli 2019 lalu, hubungan keduanya kembali mesra saat Megawati mengaku telah melakukan "politik nasi goreng" dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan di kediaman Megawati itu, Megawati menyuguhkan hidangan makanan kesukaan Prabowo yakni nasi goreng buatannya sendiri. Prabowo mengakui nasi goreng Megawati sangat enak, hingga dirinya makan lebih dari satu porsi.***

wwwwww