Home  /  Berita  /  Umum

Pemikiran Pelayanan Dukcapil, Dari Pelayanan yang Membahagiakan sampai ke Inovasi Teknologi yang Memudahkan

Pemikiran Pelayanan Dukcapil, Dari Pelayanan yang Membahagiakan sampai ke Inovasi Teknologi yang Memudahkan
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrullah saat menunjukkan aplikasi kependudukan yang tengah dikembangkan yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2021. (foto: ist.)
Selasa, 25 Mei 2021 15:43 WIB
JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kememdagri, Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan bahwa ruh kerja Dukcapil adalah pelayanan dan inovasinya. Hal ini Ia sampaikan di banyak tempat dan kesempatan termasuk saat melakukan Sidak di setidaknya 13 titik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY selama sepekan yang lalu.

Adapun 13 daerah tersebut meliputi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Bantul, Kota Surakarta/Solo, Kabupaten Wonogiri, Desa Sendang dan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam aspek pelayanan, Zudan menyampaikan satu hal yang membuat salah satu jajaran Dinas Dukcapil di suatu kota mengangguk-angguk dan terkesima. Meskipun, apa yang disampaikan Zudan merupakan pengetahuan umum bagi sebagian orang, khususnya bagi para pembelajar energi dan hukum tarik-menarik (The Law of Attraction).

"Tempatkan orang yang berbahagia di front office!" saran Zudan dalam salah satu kunjungannya, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari laporan Sidak Ditjen Dukcapil Kemendagri, Selasa (25/5/2021).

Zudan meminta Kepala Dinas di kota itu untuk memilih orang yang sudah selesai dengan urusan rumahnya atau orang yang berasal dari keluarga yang berbahagia untuk ditempatkan di bagian paling depan pelayanan masyarakat.

"Ini penting karena dia berinteraksi langsung dengan masyarakat. Coba deh, ketika Ia bahagia maka itu akan menular kepada orang yang berinteraksi dengannya," kata Zudan.

Menempatkan sosok berbahagia di front office sendiri hanya lah bagian dari sisa pelayanan Dukcapil yang masih harus membuka loket pelayanan di kantor di tengah massifnya penerapan layanan online. Pasalnya, layanan seperti perekaman KTP-el masih harus dilakukan secara langsung dan bertemu dengan petugas, meskipun janji temu petugas untuk perekaman bisa dilakukan secara online.

Ke depan Zudan menjelaskan, pelayanan online akan semakin disempurnakan. Saat ini, penerapan tanda tangan elektronik bahkan diterapkan dengan baik oleh Disdukcapil-Disdukcapil di daerah. Rencananya, Dukcapil akan merilis identitas digital pada pertengahan tahun ini sebagai wujud adaptasi catatan sipil terhadap tuntutan zaman.

Kata Zudan, nantinya masyarakat yang sudah terekam datanya dan ingin memiliki KTP-el bisa memilih apakah ingin dicetakkan KTP-el atau cukup dengan identitas digital melalui sebuah aplikasi di gawai.

Di aplikasi gawai tersebut akan ada gambar KTP-el warga yang bersangkutan lengkap dengan barcode. Aplikasi tersebut juga memuat Kartu Keluarga warga yang bersangkutan. Dengan identitas digital tersebut, nantinya warga tak perlu lagi melakukan fotokopi dokumen kependudukan ketika sedang berurusan dengan berbagai lembaga. Identitas digital ini juga sebagai upaya untuk menjaga dokumen kependudukan warga hilang ataupun rusak.

"Misalnya kita sedang ada urusan dengan suatu lembaga yang sudah kerjasama dengan Dukcapil, kita cukup scan barcode identitas kita saja," kata Zudan.

Bagi Dukcapil, ini adalah bagian dari inovasi pelayanan dan inovasi teknologi catatan sipil di tanah air. Soal keamanan data digital, sejauh ini Dukcapil terbukti aman menjaga data warga masyarakat dan terus meningkatkan kewaspadaan. Aplikasi dokumen kependudukan yang belum diungkap nama resminya ini, juga mewajibkan pengguna untuk memasukkan sandi berlapis atau memasukkan kata sandi setiap hendak memilih layanan berkas yang ada.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Pemerintahan, Umum
wwwwww