Home  /  Berita  /  Peristiwa

Menko PMK: Jangan Berlebihan Bela Palestina, Negara Kita Juga Sedang Sulit

Menko PMK: Jangan Berlebihan Bela Palestina, Negara Kita Juga Sedang Sulit
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: Istimewa)
Senin, 24 Mei 2021 20:16 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membela bangsa Palestina. Apalagi katanya, dukungan solidaritas yang dilakukan sampai mengganggu ketertiban umum dan mengabaikan protokol kesehatan.

"Saya mohon masyarakat menyikapi secara proporsional, tidak berlebih-lebihan. Mengingat kita sendiri juga sedang dalam suasana prihatin yaitu bagaimana kita berupaya keras untuk menangani wabah Covid-19 dengan segala dampaknya," kata Muhadjir melalui keterangan persnya, Senin (24/5/2021).

Hal itu disampaikannya ketika konferensi pers setelah meninjau kegiatan vaksinasi 890 pegiat dan relawan pemberdayaan perempuan dan anak di Kantor Perpusnas, Salemba, Jakarta, Pusat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat untuk jangan gegabah memberikan sumbangan yang dimaksudkan untuk membantu warga Palestina. Muhadjir mengatakan, sumbangan itu lebih baik diberikan melalui badan atau lembaga resmi yang telah memiliki izin atau otoritas dari Kementerian Sosial.

Langkah itu untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana bantuan sosial kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina. Disamping itu juga untuk bisa tetap menjaga nilai-nilai persatuan dan gotong-royong di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita juga harus pastikan sumbangan-sumbangan itu betul-betul tepat sasaran dan tidak ada yang dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggungjawab. Momentum-momentum dimana masyarakat terdorong karena empatinya, rasa kegotong-royongannya kemudian mengeluarkan bantuan-bantuan itu. Tapi jangan sampai dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, GoNews Group
wwwwww