Home  /  Berita  /  Ekonomi

Yang Harus Dilakukan Pemerintah agar Ekonomi Pulih, Menurut GG PAN

Yang Harus Dilakukan Pemerintah agar Ekonomi Pulih, Menurut GG PAN
Politisi PAN, Guspardi Gaus dalam suatu kesempatan. (foto: dok. pan)
Rabu, 19 Mei 2021 10:56 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus mengatakan, pemerintah perlu terus melakukan akselerasi belanja dan melakukan percepatan pencairan paket stimulus pemerintah seperti BLT, Bansos tunai dan program lainnya yang sudah ada dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

"Untuk mendorong daya beli masyarakat, Program PEN harus terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Guspardi yang juga Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Rabu (18/5/2021).

Di samping itu, lanjut Guspardi, transformasi sektor digital juga perlu didorong pemerintah karena PPKM (Pemberlakuan Pembataan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan di masa pandemi, praktis menggeser ruang aktivitas masyarakat. Menggenjot ekspor dan investasi, juga mesti terus ditingkatkan.

"Kedua indikator ini mempunyai kontribusi penting untuk  pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya ketika konsumsi rumah tangga, penyumbang ekonomi terbesar tengah tertekan," papar pria yang akrab disapa GG itu.

Selain stimulus fiskal, lanjut Guspardi, yang lebih penting adalah penanganan dan kebijakan yang tepat untuk pengendalian pandemi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi sampai 27 April 2021 baru terealisasi 27,14 persen dari target 70 juta orang pada Juli 2021.

"Penanganan pandemi yang lebih fokus dan serius dengan  memastikan program vaksinasi yang masif kepada masyarakat mesti terus tingkatkan dan menjadi kunci untuk mengakselerisasi pemulihan ekonomi nasional," kata Dia.

Jika Covid-19 bisa dikendalikan, momentum untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa dimanfaatkan dengan baik. "Tentu kami berharap, ke depan pandemi Covid-19 segera berlalu,".

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) meliris pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year. Kontraksi tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih terjebak dalam kondisi resesi ekonomi. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Ekonomi
wwwwww