Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Orang Rimba di Jambi Kembali Terima Fisik KTP-el dan KK

Orang Rimba di Jambi Kembali Terima Fisik KTP-el dan KK
Suku Anak Dalam pimpinan Tumenggung Ngelembo saat menerima dokumen kependudukan dari Dukcapil. (foto: ist./ kiriman suku anak dalam)
Rabu, 19 Mei 2021 09:24 WIB
JAKARTA - Orang rimba di Jambi, Suku Anak Dalam, mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima fisik dokumen kependudukan. Salah satu Tumenggung mereka berkirim foto diri dan KTP-el yang telah mereka terima kepada GoNEWS.co, Selasa (18/5/2021).

Tak ada satupun kalimat yang menyertai kiriman foto-foto tersebut karena Tumenggung memang masih buta baca tulis. Tapi foto yang dikirim Tumenggung Ngelembo menggambarkan bahwa warganya tengah memegang KTP-el mereka masing-masing. Ada juga foto warga-warga Suku Anak Dalam tengah memegang amplop ukuran folio bertuliskan 'Kartu Keluarga'.

Seringai wajah mereka menandakan rasa senang setelah sebelumnya sempat menunggu. Redaksi sempat menghubungi Tumenggung Ngelembo namun belum dijawab.

Terkait hal ini, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah menyatakan, pihaknya terus memantau proses pemberian dokumen kependudukan bagi Suku Anak Dalam. Ia mengapresiasi jajarannya di Jambi karena terus bekerja memenuhi hak Suku Anak Dalam atas dokumen kependudukan.

"Terima kasih teman-teman Dukcapil di Jambi. Saya bangga dengan kesungguhan teman-teman dalam melayani," ungkap Zudan, Selasa.

Zudan berharap, Suku Anak Dalam bisa menjaga dokumen kependudukan yang sudah diterima. "Jangan sampai hilang ya,".

Maret lalu, Ditjen Dukcapil Kemendagri (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia), telah memberikan KK (Kartu Keluarga), NIK (nomor induk kependudukan) dan KTP-el kepada orang rimba, SAD (Suku Anak Dalam) sebanyak lebih kurang untuk 3.160an warga SAD Jambi, dari total jumlah orang rimba SAD sekira 5 sampai 6 ribu jiwa.

Dalam kunjungannya ke tenda-tenda warga di pemukiman SAD di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Rabu (10/3/2021) lalu, Zudan menjelaskan, jumlah tersebut adalah jumlah keseluruhan dari pelayanan adminduk (administrasi kependudukan) yang diberikan kepada SAD yang tersebar di 6 kabupaten di Jambi, dan nomaden di areal seluas 114 hektar.

"Ini kan ada 6 kabupaten, jadi tim Dukcapil muter, usaha kita lebih keras dibandingkan dengan melayani warga yang menetap. Jadi kami dengan Dinas Dukcapil di bawah, harus menjemput mereka dan melakukan perekaman di lokasi terdekat seperti Desa Jelutih untuk SAD yang di Kabupaten Batanghari," kata Zudan kala itu.

Zudan memastikan pihaknya akan terus melakukan perekaman. Ia berharap, dengan pemenuhan hak SAD atas dokumen kependudukan ini, "(Maka, red) semua program pemerintah berupa bantuan sosial, program pendidikan, program kesehatan, bisa masuk sampai ke sini (pemukiman SAD)".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan
wwwwww