Home  /  Berita  /  Peristiwa

Hindari Penyekatan dan Mudik Lewat Jalur Sungai, Tiga Orang dari Riau Hanyut Saat Masuk Sumbar

Hindari Penyekatan dan Mudik Lewat Jalur Sungai, Tiga Orang dari Riau Hanyut Saat Masuk Sumbar
Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) bersiap berangkat melakukan pencarian. Foto: Antara/HO-SAR Limapuluh Kota
Rabu, 12 Mei 2021 23:54 WIB
PADANG - Tiga orang pemudik asal Riau yang mencoba masuk ke Sumatera Barat dilaporkan hanyut saat melalui jalur sungai Batang Kapur. Mereka melewati sungai untuk menghindari penyekatan di perbatasan Sumbar-Riau. Hingga kini ketiga korban dilaporkan belum ditemukan.

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Limapuluh Kota, Robi Saputra, di Sarilamak, Rabu (12/5/2021) mengatakan, informasi terkait adanya tiga orang yang hanyut tersebut berasal dari Pos Damkar Kapur IX.

''Terdapat empat orang yang mau mudik ke Sumbar, mereka menyewa perahu dari Riau tepatnya di Desa Tanjung untuk menuju Sumbar dengan rencana turun di Nagari Muaro Paiti," kata dia.

Ia mengatakan, di tengah perjalanan tepatnya di Toluak Subanio Nagari Muaro Paiti, perahu yang ditumpanginya bersama dengan dua orang pemilik perahu terbalik dan tiga orang dinyatakan hanyut.

"Penumpang tiga orang hanyut dan satu orang selamat. Pemilik perahu dua orang selamat. Korban yang selamat ini yang melapor ke Posko Damkar di Kapur IX," ujarnya.

Dia mengatakan dari informasi yang didapatkan beberapa calon pemudik tersebut beralamat di Duri yang kampung aslinya di Aur Kuning, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Tiga warga yang dinyatakan hilang, yakni Nofi (31), Fadli (20), dan satu belum diketahui identitasnya. Dua orang yang telah diketahui identitasnya itu kampung aslinya di Aur Kuning.

Saat ini, Petugas Pos SAR Limapuluh Kota tengah menuju ke Kapur IX untuk melakukan pencarian dengan menerjunkan sebanyak 9 petugas. Pos SAR Limapuluh Kota membawa peralatan satu perahu karet dan beberapa peralatan pencarian lainnya. "Nanti info lanjutannya akan dikabari. Sekarang tim sedang bergerak untuk mencari korban yang hilang," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara/jpnn
Kategori:Peristiwa
wwwwww