Home  /  Berita  /  Peristiwa

Pujian Hary Tanoesoedibjo ke LaNyalla: Beliau Orang Baik, Tegas dan Pas Jadi Pemimpin

Pujian Hary Tanoesoedibjo ke LaNyalla: Beliau Orang Baik, Tegas dan Pas Jadi Pemimpin
Hary Tanoesoedibjo saat menghadiri peluncuran buku Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti. (Foto: Istimewa)
Selasa, 11 Mei 2021 00:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meluncurkan buku berjudul 'AA LaNyalla Mahmud Mattalitti : Jalan Hidupnya Ditempa Bagai Keris', di Rumah Dinas Ketua DPD RI, Jakarta, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-62, Senin (10/5/2021).

Pebisnis sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoe Soedibyo yang hadir dalam acara tersebut, turut memberi selamat ulang tahun kepada LaNyalla.

Harry Tanoe berharap apa yang dicita-citakan LaNyalla tercapai. "Dalam pandangan saya, Pak LaNyalla ini orangnya sangat komitmen. Beliau sosok yang tegas, tak basa-basi dan tidak protokoler. Pas jadi seorang pemimpin," katanya.

"Semoga Pak LaNyalla sebagai Ketua DPD RI selalu bisa berkontribusi dan memberi manfaat bagi rakyat dan bangsa," katanya.

Pujian juga disampaikan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono. Menurutnya, LaNyalla sebagai orang yang matang ditempa oleh berbagai problema kehidupan. "Pak LaNyalla ini orangnya konsisten dan istiqomah. Baik dalam memimpin maupun kehidupan pribadi. Konsisten ibadah wajib, tahajud, dhuha dan puasa Daud-nya," katanya.

Sebagai Ketua DPD RI, menurut Nono, LaNyalla juga memerankan peran yang tepat. "Beliau bisa kolektif kolegial dalam memimpin lembaga DPD. Bisa bekerjasama dengan para wakil dan anggota. Akomodir dan kendalikan semua AKD di DPD dengan baik. Semua ini bisa dilakukan karena beliau matang dalam berorganisasi," jelasnya.

"Semoga buku Pak LaNyalla dengan kisah hidupnya menjadi sumber insiprasi dan motivasi generasi muda dan semua anak bangsa," pungkasnya.

Dilokasi yang sama, penulis buku 'AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Jalan Hidupnya Ditempa Bagai Keris', Sefdin Syaifudin, menjelaskan bahwa buku tersebut dibikin secara sederhana. "Sengaja dibikin singkat karena dulu Pak LaNyalla pernah punya buku yang tebal. Buku soal keris. Selain itu bentuk sederhana ini mencerminkan sosok Ketua DPD RI yang humble, bisa makan di restoran bintang lima maupun di kaki lima," ujarnya.

Menurut Sefdin, buku tersebut sengaja dipadatkan. Perjalanan panjang LaNyalla dituangkan ke dalam 38 halaman saja. "Sengaja dibikin tidak tebal dengan kalimat pendek-pendek karena era sekarang orang lebih suka yang cepat dan singkat. Namun meski singkat tetap mampu menjelaskan sosok LaNyalla," ucapnya.

Bagi Sefdin, LaNyalla tinggal selangkah lagi dari from zero to hero yang kemudian menjadi from zero to the greathest hero.***

wwwwww