Home  /  Berita  /  Peristiwa

Penyekatan Mudik Jebol, Komisi V DPR: Bentuk Protes Rakyat atas Kedatangan WN China

Penyekatan Mudik Jebol, Komisi V DPR: Bentuk Protes Rakyat atas Kedatangan WN China
Pemudik saat menjebol pos penyekatan larangan mudik. (Foto: Istimewa)
Selasa, 11 Mei 2021 23:42 WIB
JAKARTA - Sejumlah pos penyekatan mudik, salah satunya di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, 'dijebol' ribuan pengendara motor. Wakil Ketua Komisi V Arwani Thomafi menilai ini buntut tidak efektifnya pelarangan mudik, khususnya bagi pengendara motor.

"Peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini jika kita baca banyak perspektif dalam melihatnya, salah satunya pelarangan mudik oleh pemerintah untuk kelompok masyarakat tidak efektif, khususnya bagi pengendara roda dua," kata Arwani saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Politikus PPP ini menyebut insiden penerobosan tersebut tidak terjadi pada pengendara mobil atau transportasi publik. Karena itulah, menurutnya, kebijakan ini tidak efektif bagi pengendara motor.

"Situasi berbeda jika dilihat bagi pengendara roda empat atau transportasi publik lainnya yang relatif lebih mudah dalam pengawasannya," ucapnya.

Tak hanya itu, Arwani juga menyinggung alasan lain di balik maraknya penerobosan sekat oleh para pemudik. Dia menyebut ini bisa diartikan sebagai bentuk protes dari pemerintah yang mengizinkan para WNA untuk masuk ke Indonesia di tengah situasi larangan mudik.

"Ramainya pemudik menggunakan roda dua dengan menjebol penyekatan, bisa saja ditangkap sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang justru membolehkan WNA masuk ke Indonesia. Di sisi yang lain, pemerintah melarang WNI untuk melakukan mudik. Anomali ini semestinya tidak boleh terjadi di saat pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik," ungkapnya.

Karena itu, Arwani pun meminta pemerintah mengambil pesan dari beberapa peristiwa 'penjebolan' sekat oleh para pemotor ini. Pemerintah, kata dia, harus melakukan evaluasi pengaturan arus balik, khususnya bagi pengendara motor. "Pesan penting dari peristiwa ini, pada arus balik setelah Lebaran nanti, pemerintah harus melakukan evaluasi pengaturan arus balik, khususnya bagi pengendara roda dua. Jangan terjadi lagi penumpukan massa yang justru berpotensi menularkan COVID-19," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Minggu (9/5) pukul 22.47 WIB, pemotor diperbolehkan melintas ke arah Karawang. Polisi yang tadinya menyekat dengan barier plastik oranye akhirnya membuka.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan ratusan pemudik yang diloloskan di pos penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, merupakan diskresi kepolisian. Istiono mengatakan hal itu sebagai langkah mengurangi kerumunan.

"Ya, ratusan pemudik yang mencoba ya, ini bahasanya bukan menerobos ya. Ini memang kita kelola, kita alirkan, ini adalah diskresi kepolisian, kalau sudah terjadi penumpukan yang besar, ini terjadi sebuah kerumunan penumpukan yang kita hindari adalah menjadikan klaster baru di kerumunan antrean tersebut," kata Istiono di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5).

Hal itu kemudian terjadi lagi pada Senin (10/5) malam. Pos Kedungwaringin dibuka sehingga para pemudik bebas melintas tanpa pemeriksaan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Politik, Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww