Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kolaborasi BPS-Dukcapil Dilanjutkan, SP2020 Digelar September 2021

Kolaborasi BPS-Dukcapil Dilanjutkan, SP2020 Digelar September 2021
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah (kiri). (foto: ist./tim media dukcapil/rio)
Selasa, 11 Mei 2021 18:58 WIB
JAKARTA - Kolaborasi Ditjen Dukcapil Kemendagri dan BPS (Badan Pusat Statistik) dilanjutkan. Kali ini dengan menggelar SP2020 (Sensus Penduduk 2020) lanjutan yang dikemas dalam pendataan long form/LF pada September mendatang 2021.

"Long form artinya, pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden jauh lebih lengkap. Tujuannya adalah mengumpulkan data-data terkait parameter demografi (kelahiran, migrasi, dan kematian), pendidikan, disabilitas, ketenagakerjaan, perumahan, dan informasi penting lainnya," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono usai bertemu Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Terkait hal ini, Zudan mengatakan kerjasama ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa. Dukcapil mendapatkan transfer data besar dari BPS.

"Hasil Sensus Sampel Long Form SP2020 ini nantinya akan menambah akurasi data kelahiran, permindahan penduduk, maupun angka kematian by name by address," kata Zudan dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co.

Selain itu, kata Zudan, sesuai dengan Perpres Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati, Adminduk itu sangat penting sebagai bagian dari catatan berbagai peristiwa dalam kehidupan setiap individu.

"Catatan tersebut menghadirkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan setiap warga masyarakat untuk membangun identitas hukumnya. Dokumen ini sangat diperlukan untuk mengakses layanan penting seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial," kata Zudan.

Zudan menambahkan, data-data penting yang didapat dari layanan adminduk juga memungkinkan tersedianya data perkiraan populasi, serta statistik demografi yang diproduksi secara tepat waktu dan akurat.

"Hal ini berkontribusi pada perencanaan yang efektif, alokasi sumber daya yang efisien, serta monitoring dan evaluasi yang akurat," pungkas Zudan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Pemerintahan
wwwwww