Home  /  Berita  /  Opini

Renungan Penghujung Ramadan

Renungan Penghujung Ramadan
Ilustrasi muhasabah. (gambar: dok. ist. alifmusic.net)
Senin, 10 Mei 2021 15:52 WIB
BULAN suci Ramadan sebentar lagi akan meninggalkan kita, tiba saatnya Umat Islam akan menyambut datangnya hari kemenangan, hari saling memaafkan yang didasari semangat persatuan dan kesatuan.

Idul Fitri 1442 Hijrah kali ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita bermunajat kehadirat Allah Yang Maha Esa agar bangsa ini terlepas dari berbagai masalah, khususnya pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Selama ini mungkin kita bertanya-tanya penyebab masalah yang silih berganti terjadi di negeri ini, apakah ujian atau hukuman dari Yang Maha Esa? Nampaknya kita perlu ber-muhasabah (introspeksi diri) agar kita tahu dan sadar mungkin ada perilaku dan sepak terjang kita selama ini menjadikan kita harus menerima ujian demi ujian tiada henti-hentinya.

Sebagai prinsip dasar demokrasi, penyelenggaraan pemerintahan sejak awal kemerdekaan RI kita selalu hidup dalam kerukunan, namun perbedaan pendapat dalam mengisi demokrasi akhir-akhir ini tidak sedikit yang memberi cacat dalam kehidupan sosial kita.

Kita harus jujur, bahwa proses kita dalam mengisi demokrasi tidak sedikit membuat ikatan tali persaudaraan sebangsa, kadang mudah terpicu oleh kesalahpahaman dan kadang berakibat meruncingnya perbedaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Saya yang kebetulan berada di dalam barisan terdepan, ingin sekali mengisi serta manjaga demokrasi dan kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan kebangsaan tetap terjaga dengan baik.

Ekses pertarungan perpolitikan, tiada kata lain, harus segera diakhiri dan saatnya kita menghentikan benturan benturan ujaran-ujaran kebencian di media sosial.

Mari kita tingkatkan jalinan kerja sama dengan berbagai pihak, baik sesama masyarakat dan tokoh tokoh bangsa, baik yang di luar pemerintahan maupun di dalam pemerintah, sepanjang kebijakan yang di jalankan bermanfaat terhadap kemaslahatan rakyat.

Saat ini kita perlu memberikan apresiasi kepada Kapolri yang baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah membuat gebrakan dalam 100 hari kepemimpinannya, berjanji membenahi kinerja Polri juga akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota Polri yang kedapatan melanggar aturan.

Termasuk upaya penegakkan hukum khususnya yang berkaitan dengan perilaku di dunia maya melalui program Peringatan Virtual Polisi. Tidak kalah pentingnya kita juga memerlukan cara dalam menanggulangi kebebasan kehidupan sosial media di dunia maya, menghimbau pihak Polri agar tidak henti-hentinya memberikan edukasi serta pemahaman sejauh apa konsekuensi hukum perilaku di dunia maya agar tidak berpotensi melanggar UU ITE. Masyarakat juga sangat berharap program peringatan virtual polisi dan program-program pelayanan masyarakat yang lain juga akan dijalankan secara profesional di atas keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan menurut pandangan saya, tidak ada salahnya bila pihak Polri juga melibatkan masyarakat dalam membantu menemukan akun-akun yang beropini sesuka hati bahkan sering kali merugikan nama baik orang lain.

Pegiat sosial saat ini makin banyak yang gemar beropini, tapi sangat sedikit yang berani bertanggung jawab dengan ucapannya sendiri, bahkan sangat minim sekali untuk mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan.

Marilah kita jadikan Idul Fitri 1442 H yang sebentar lagi akan kita lalui menjadi saat yang tepat bagi seluruh komponen bangsa melakukan muhasabah dan saling memaafkan dengan satu tujuan dapat membawa negeri ini keluar dari segala permasalahan.

Kita tidak perlu berat hati untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah maupun aparat kepolisian bila ada kebijakan atau program yang baik serta bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan silahkan mengkritisi bila ada kebijakan atau program yang tdk baik untuk di jalankan.

Semoga renungan ini menjadikan masukan yang bermanfaat.

Penulis:

Yusuf Martak

Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama***

Editor:Muslikhin Effendi
Kategori:GoNews Group, Opini
wwwwww