Home  /  Berita  /  Peristiwa

Apresiasi 100 Hari Kinerja Kapolri, GNPF Ulama: Saatnya Hentikan Ujaran Kebencian di Medsos

Apresiasi 100 Hari Kinerja Kapolri, GNPF Ulama: Saatnya Hentikan Ujaran Kebencian di Medsos
Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak. (foto: Istimewa)
Senin, 10 Mei 2021 16:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak mengapresiasi kinerja 100 hari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sigit, disebutnya telah membuat gebrakan dengan berjanji membenahi kinerja Polri. Juga, akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota Polri yang kedapatan melanggar aturan.

"Termasuk, upaya penegakan hukum, khususnya yang berkaitan dengan perilaku di dunia maya melalui program Peringatan Virtual Police," ujar Yusuf dalam tulisan berjudul 'Sebuah Renungan di Penghujung Ramadan', Senin (10/5/2021).

Meski begitu, Yusuf mengingatkan Polri agar tidak henti-hentinya memberikan edukasi serta pemahaman sejauh apa konsekuensi hukum perilaku di dunia maya agar tidak berpotensi melanggar UU ITE.

"Masyarakat juga sangat berharap program peringatan virtual police dan program-program pelayanan masyarakat yang lain juga akan dijalankan secara profesional di atas keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Yusuf juga menilai, Polri bisa saja melibatkan masyarakat dalam membantu menemukan akun-akun yang beropini sesuka hati, dan seringkali merugikan nama baik orang lain.

"Pegiat sosial saat ini makin banyak yang gemar beropini, tapi sangat sedikit yang berani bertanggung jawab dengan ucapannya sendiri, bahkan sangat minim sekali untuk mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan," keluhnya.

Dalam 'Sebuah Renungan di Penghujung Ramadan', Yusuf juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum akhir ramadan ini sebagai momen untuk muhasabah atau introspeksi diri.

Dengan begitu, masyarakat tahu dan sadar, mungkin ada perilaku dan sepak terjangnya yang selama ini menjadikan bangsa ini harus menerima ujian demi ujian yang tiada henti-hentinya. "Perbedaan pendapat dalam mengisi demokrasi akhir-akhir ini tidak sedikit yang memberi cacat dalam kehidupan sosial kita," tuturnya.

Yusuf, ingin mengisi serta menjaga demokrasi dan kerukunan antar umat beragama, maupun kerukunan kebangsaan, tetap terjaga dengan baik. "Ekses pertarungan perpolitikan, tiada kata lain, harus segera diakhiri dan saatnya kita menghentikan benturan benturan ujaran-ujaran kebencian di media sosial," imbaunya.

Yusuf meminta jalinan kerja sama dengan berbagai pihak, baik sesama masyarakat dan tokoh-tokoh bangsa, baik yang di luar pemerintahan maupun di dalam pemerintah, sepanjang kebijakan yang dijalankan bermanfaat terhadap kemaslahatan rakyat, untuk ditingkatkan.

Idul Fitri 1442 H yang sebentar lagi akan tiba, dinilai Yusuf sebagai saat yang tepat bagi seluruh komponen bangsa melakukan muhasabah dan saling memaafkan dengan satu tujuan. Yakni, membawa negeri ini keluar dari segala permasalahan.

"Kita tidak perlu berat hati untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah maupun aparat kepolisian bila ada kebijakan atau program yang baik serta bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan silahkan mengkritisi bila ada kebijakan atau program yang tidak baik untuk dijalankan," tandasnya.***

wwwwww