Home  /  Berita  /  Peristiwa

Terganjal Aturan, TNI AL Tolak Donasi Umat untuk Beli Kapal Selam Senilai Rp1,2 Miliar

Terganjal Aturan, TNI AL Tolak Donasi Umat untuk Beli Kapal Selam Senilai Rp1,2 Miliar
Anak anak Masjid Jogokriyan mendatangi TNI AL untuk menyumbangkan dana hasil donasi. (Foto: Istimewa)
Minggu, 02 Mei 2021 04:29 WIB
JAKARTA - Usai Ustaz Abdul Somad mengajak masyarakat patungan membeli Kapal Selam pengganti KRI Nanggala 402 yang tenggelam di Perairan Bali, masyarakat gencar menggalang dana untuk membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Namun, dikabarkan TNI AL 'menolak' uang tersebut dan menjelaskan dana yang telah terkumpul ini tidak bisa digunakan untuk membeli kapal selam baru.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono.

Dirinya mengaku sangat terharu dan mengapresiasi kepedulian masyarakat guna membantu TNI membeli kapal selam. Namun dengan terbenturnya aturan, pihaknya terpaksa tidak bisa menerima donasi tersebut.

"Kami bersyukur bahwa ternyata bangsa ini masih kuat empatinya, meskipun ada beberapa individu dan kelompok yang kering empatinya dengan indikasi gunakan momen ini untuk ambil keuntungan," katanya seperti dilansir GoNews.co dari Pikiran Rakyat, Minggu (2/5/2021).

Dana tersebut terpaksa ditolak karena ada persyaratan dan prosedur untuk membeli alutsista, termasuk kapal selam.

Dan di dalam undang-undang tidak ada ketentuan terkait masyarakat yang bisa turut serta membantu pembelian alutsista.

"Karena pembelian dilakukan melalui prosedur yang ada," ujarnya.

Aturan pembelian Alutsista Prosedur pembelian alutsista diatur dalam UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI pada Pasal 11 (2) Postur TNI sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dibangun dan dipersiapkan sesuai dengan kebijakan pertahanan negara.

Sebelumnya diberitakan, Masjid Jogokariyan Yogyakarta mengajak masyarakat membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402. "Alhamdulillah, sampai sore asar ini, sudah tembus Rp 1 miliar," kata Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir Asp, Kamis (29/4/2021).

Jazir mengatakan donatur tersebut berasal dari masyarakat biasa. Pihaknya mencatat tidak ada sosok profil pejabat ataupun konglomerat.

"Masyarakat biasa seperti kita. Yang konfirmasi seperti TKW, karyawan swasta, banyak dari berbagai latar belakang," ucap Jazir.

Duit senilai Rp 1 miliar ini terhitung masuk ke rekening Masjid Jogokariyan sejak Senin (26/4) hingga Kamis (29/4) sore ini. Jazir menyebut penggalangan dana ini bakal berlangsung hingga sebulan ke depan sesuai rencana.

"Makanya kami menggandeng Dinas Sosial dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), agar prosesnya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan secara publik," katanya.

Jazir menyebut penggalangan dana untuk membeli kapal selam ini dilakukan secara serius. Pihaknya pun bakal menggandeng berbagai pihak agar pengganti kapal selam KRI Nanggala 402 bisa terealisasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan TNI AL. Jadi nanti uang yang terkumpul kami serahkan kepada TNI AL. Biar dilanjutkan apakah akan ditambah anggaran dari APBN atau bagaimana," jelas Jazir.

Sebelumnya diberitakan, UAS mengajak masyarakat patungan membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402, yang tenggelam di perairan Bali. UAS menggandeng Masjid Jogokariyan Yogya dalam kegiatan donasi ini.

Hal itu diumumkan UAS di akun Instagram resminya, ustadzabdulsomad_official, seperti dilihat detikcom pada Senin (26/4). UAS mengunggah foto KRI Nanggala-402 dan menyertakan berisi ajakan donasi itu dua jam sebelumnya.

UAS mengajak seluruh warga Indonesia memberikan sumbangsih untuk membangun kekuatan militer laut. Dia juga menyertakan nomor rekening yang digunakan untuk menampung donasi tersebut.

"Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya. Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402," ucap UAS.

"No Rekening Khusus Pengadaan Kapal Selam BSM/BSI no.rek 7202002298 atas nama Masjid Jogokariyan. Konfirmasi via WhatsApp ke: 081311351136," tulis UAS.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, GoNews Group
wwwwww