Home  /  Berita  /  Peristiwa

100 Hari Jelang Transisi, Blok Rokan Siap Kembali ke 'Pangkuan Ibu Pertiwi'

100 Hari Jelang Transisi, Blok Rokan Siap Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kawasan Blok Rokan Riau. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 01 Mei 2021 18:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BENGKALIS - Hari ini, tepat 100 hari hitung mundur (countdown) transisi alih kelola Blok Rokan di Provinsi Riau dari Chevron ke Pertamina. Untuk itu Duri Institute menggelar acara kenduri 100 hari menjelang transisi di Duri, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (1/5/2021).

CEO Duri Institute Agung Marsudi mengatakan, acara tersebut dilaksanakan untuk memberi spirit kepada anak negeri, bahwa blok Rokan mulai 9 Agustus 2021 nanti, sudah kembali ke pangkuan pertiwi, setelah 97 tahun dikuasai Chevron.

Kehadiran Pertamina Hulu Rokan di blok Rokan menurutnya, tanda langkah berani anak-anak bangsa mengelola ladang minyaknya sendiri. "Mulai hari ini kami akan melakukan kampanye Blok Rokan 100% Indonesia dan RTGS atau Riau Tanpa Gangguan Sosial. Dari Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada stakeholder lokal nasional dengan kembalinya blok Rokan ke pangkuan pertiwi," ujarnya.

"Ini adalah cerita lama Chevron, cerita barunya Pertamina, bukan sekedar peristiwa biasa. Ini episode menentukan, nasib bangsa 20 tahun ke depan (2021-2041). Masa depan minyak bumi Lancang Kuning, masih menjadi salah satu dari bintang cemerlang dalam konstelasi prospek bisnis migas Indonesia. Karenanya blok Rokan menjadi backbone produksi minyak nasional," tambahnya.

Lebih lanjut menurut penulis buku "Chevronomics" dan "Duri Tanah Air Baru Amerika" ini mengatakan, minyak bukan sekedar bahan bakar, melainkan sumber kehidupan itu sendiri.

Minyak kata Dia, adalah pusako tinggi, komoditas berharga dan strategis. Sebab minyak tidak dapat disimpan atau ditimbun untuk pasokan jangka panjang, kecuali di perut bumi, tanah tempatnya berasal.

"Semangat pengelolaan sumberdaya migas berbasis nasionalisme dan ekonomi kerakyatan sudah menunggu di hadapan para pemangku kepentingan, sebagaimana diamanatkan konstitusi, pasal 33 UUD 1945," tandasnya.

Sektor migas katanya lagi, masih menjadi revenue generator, meski menempati posisi penyumbang kedua terbesar di APBN setelah pajak, namun sejatinya dari migaslah, Indonesia mendorong perputaran mesin perekonomiannya, bahkan (politiknya).

"Kita berharap Pertamina Hulu Rokan akan memberi yang terbaik bagi Indonesia, dan memberi yang terbaik bagi Riau. Entitas bisnis, kekuatan dan kearifan lokal, bersinergi, saling menghormati dan bergandeng tangan, sebab blok Rokan adalah kita. 100% Indonesia," pungkasnya.***

wwwwww