Home  /  Berita  /  Nasional

Setelah Retno Bicara Gelombang Baru Pandemi, Tito Minta Masyarakat Belajar dari India

Setelah Retno Bicara Gelombang Baru Pandemi, Tito Minta Masyarakat Belajar dari India
Mendagri Muhammad Tito dalam acara serah terima bantuan masker pihak ketiga kepada TP PKK di Gedung PKK Ditjen Pemdes Kemendagri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021). (foto: ist./puspen kemendagri).
Rabu, 28 April 2021 13:29 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito, meminta masyarakat tak lengah dan tak mengulang lonjakan kasus Covid-19 di India.

Masyarakat di India, kata Tito, pernah lengah dan euforia saat kasus Covid-19 melandai. Mereka abai terhadap protokol kesehatan sehingga lonjakan kasus pun terjadi.

Karenanya, kata Tito dalam Penyerahan Bantuan dari Pihak Ke-3 kepada Ketua Umum TP PKK di Gedung PKK Ditjen Pemdes Kemendagri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021). "Jangan lengah! Kita jangan mengulang! Belajar dari problem yang ada di India!".

Menurut Mendagri, bangsa Indonesia perlu belajar dari kasus tersebut. Sebab, masyarakat di India pernah lengah dan terlalu menikmati euforia atas melandainya kasus penularan dengan melakukan aktivitas yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Euforia, masker tidak dipakai, kegiatan keagamaan bebas, lepas, kegiatan olahraga juga, dan muncul varian baru juga, yang double mutan, rumah sakit kolaps tidak mampu menangani, kremasi di mana-mana, kenapa ini terjadi? Lengah!" kata Tito dalam kesempatan mendampingi Ketua Umum TP PKK, Tri Tito yang juga merupakan istrinya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan pentingnya mencermati dan belajar dari perkembangan Covid-19 di dunia. Terutama terkait dengan munculnya gelombang baru di sejumlah negara di dunia.

"Perang melawan Covid-19 masih jauh dari selesai," kata Retno dalam jumpa pers penerimaan batch kedua vaksin AstraZeneca gratis dari Covax di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/4/2021) malam.

Sebagai pengingat, negara-negara di dunia termasuk Indonesia, secara bersama-sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyerukan perjanjian internasional sebagai respons siaga atas potensi munculnya pandemi baru pasca Covid-19 di masa datang.

Mengutip siaran UN (United Nations) alias PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) dalam situs resmi mereka, para penandatangan perjanjian mengatakan bahwa pandemi virus corona telah menjadi pengingat yang tajam dan menyakitkan bahwa, "Tidak ada yang aman sampai semua orang aman" dan bahwa "Akan ada pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan utama lainnya,".

"Pertanyaannya bukan jika, tapi kapan. Bersama-sama, kita harus lebih siap untuk memprediksi, mencegah, mendeteksi, menilai, dan merespons pandemi secara efektif dengan cara yang sangat terkoordinasi," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Rabu (31/3/2021) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Nasional
wwwwww