Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Amali Paparkan Grand Design Olahraga Nasional di The 5th ISMINA

Amali Paparkan Grand Design Olahraga Nasional di The 5th ISMINA
Menpora Zainudin Amali. (foto:kemenpora.org)
Rabu, 28 April 2021 20:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menpora, Zainudin Amali memaparkan Grand Design Olahraga Nasional yang telah disusun Kemenpora bersama stakeholder olaharaga untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat internasional. Grand design itu berfokus pada sports science, sports industry, dan sport tourism.

"Penerapan sport science itu akan berdampak pada peningkatan prestasi olahraga Indonesia,” kata Zainudin Amali saat menjadi pembicara kunci atau keynote speaker dalam ‘International Conference on Sports, Health, and Physical Education’ (The 5th ISMINA) melalui virtual, Rabu (28/4/2021).

Dalam kegiatan dengan tajuk, Transformation on Sports, Health and Physical Education Facing The Global Pandemic yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang (Unes) itu, Amali juga berbicara tentang kompetisi pramusim Piala Menpora 2021 yang sudah sukses digelar dimana Persija Jakarta menjadi juara.

Selanjutnya, kata Amali, kompetisi sepakbola musim 2021-2022 tengah dipersipakan dengan strategi menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Dimana strateginya yang ada di dalam stadion hanya pemain, pelatih, dan ofisial pertandingan.

"Pemerintah sudah memutuskan untuk mengadakan berbagai event olahraga antara lain PON yang akan digelar pada bulan Oktober 2021. Semua persiapan sudah dilakukan dan saya berharap semua kegiatan dan perlombaan olahraga dapat segera dilaksanakan,” harapnya.

Politisi Golkar mengaku sangat bangga menjadi bagian dari acara seminar internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi dan praktisi olahraga di Asia Selatan dan sekitarnya ini untuk berbagi pengetahuan, ide dan pengalaman tentang olahraga, kesehatan, dan pendidikan jasmani.

Dia menceritakan tentang olahraga Indonesia menghadapi masa sulit dimana berbagai event nasional dan internasional terhenti akibat dampak pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. “Pada tahun 2020 olahraga Indonesia menghadapi dampak dari situasi pandemi global COVID 19, beberapa di antaranya yang ditunda seperti kegiatan multi event Pekan Olahraga Nasional (PON). Termasuk event olahraga internasional seperti Olimpiade, di Tokyo,” jelasnya.

Bukan hanya kegiatan multi event, kegiatan-kegiatan olahraga lainnya juga terhenti seperti kompetisi liga sepak bola, bola volly, bola basket dan bulutangkis. Akibatnya, banyak dari mereka yang kehilangan pendapatan dan pekerjaan. “Pemain dan penyelenggara pertandingan banyak yang kehilangan pendapatannya,” pungkasnya.

Selain itu, Kemenpora juga telah melakukan vaksinasi untuk para atlet, pelatih, dan stkahoder olahraga untuk meningkatkan kekebalan mereka dari virus. Teruatama untuk mereka yang berpartisipasi dalam event-event olahraga baik regional, nasional dan internasional. “Kemenpora menetapkan tahun 2021 sebagai waktu yang tepat untuk memulihkan dan menghidupkan kembali olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Bukan hanya masalah olahraga, Amali juga menyampaikan bahwa pada awal 2020, dirinya bersama stakeholder kepemudaan turun langsung mendukung, menangani dan memulihkan pandemi. “Beberapa langkah yang dilaksanakan adalah berhasil meningkatkan partisipasi remaja dalam pencegahan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

The 5th ISMINA ini dihadiri Departemen Kesehatan dan Pendidikan Jasmani, Universitas Pendidikan Hong Kong (EduHK) Hongkong, Prof. Bob Fenghua SUN, Ph.D, Prof. Donny Wira Yudha Kusuma, M.Pd., Ph.D, dan civitas akademik UNNES serta ratusan mahasiswa yang mengikuti secara virtual. ***

wwwwww