Home  /  Berita  /  Olahraga

Tingkatkan Kualitas Timnas Basket Indonesia, Dua Pemain Senegal Akan Dinaturalisas

Tingkatkan Kualitas Timnas Basket Indonesia, Dua Pemain Senegal Akan Dinaturalisas
Sekjend PP Perbasi Nirmala Dewi.
Selasa, 27 April 2021 23:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) akan berusaha menaturalisasi dua pemain asing asal Senegal yakni Dame Diagne dan Serigne Madou Kane. Pasalnya, kehadiran dua pemain asing tersebut bisa  memperbaiki kualitas permainan Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia aat Indonesia menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023.

Pernyataan ini diungkapkan Sekjend PP Perbasi Nirmala Dewi dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Selasa (27/4/2021). Menurutnya, sebagai induk organisasi tugas PP Perbasi adalah memfasilitasi. Harapannya, kedua pemain asal Senegal itu bisa diproses naturalisasinya demi mengejar prestasi di FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023.

Hanya saja, katanya, untuk keputusan di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada Pelatih Timnas Basket Indonesia karena yang lebih tahu tentang kebutuhan tim. "Kita mendorong terus proses naturalisasi mereka. Kami terus komunikasi dengan pelatih, siapa yang akan dipakai untuk menguatkan permainan timnas. Sebagai induk organisasi kami memfasilitasi kebutuhan tim demi tercapainya target di FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023,” jelas Nirmala Dewi.

Sekjend wanita PP Perbasi pertama ini menjelaskan, ada keuntungan bagi Indonesia saat menaturalisasi keduanya. Sebab, kedua pemain tersebut masih berusia di bawah 17 tahun. Dengan situasi saat ini, mereka bisa dianggap pemain lokal dengan sistem bapak angkat.

Kehadiran keduanya, kata Nirmala, bisa menambah kekuatan pemain asing yang sudah naturalisasi di antaranya Brandon Jawato, Lester Prosper, Ebrahim Lopez, dan Jamarr Johnson.

"Kemampuan mereka dibutuhkan untuk menaikkan level permainan Timnas Basket Indonesia agar bisa tembus peringkat delapan besar Asia sebagai syarat tampil di FIBA World Cup 2023," katanya.

Terkait pelaksanaan FIBA Asia Cup 2021, Wasekjen PP Perbasi, Rufiana mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan FIBA. Perbasi juga terus melaporkan progres kepada FIBA setiap tiga pekan sekali.

Rufiana menegaskan bahwa gelaran FIBA Asia Cup 2023 juga menjadi portofolio Indonesia untuk bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Jika berhasil, peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah multievent empat tahunan dunia semakin besar.

“Ya, semakin sering Indonesia menggelar ajang internasional, semakin besar peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Untuk itu, kami mohon dukungan kepada semuanya. Tantangan FIBA Asia Cup 2021 ini adalah menggelar kejuaraan di tengah pandemi,” Rufiana.

Sementara, Ketua Umum (Ketum) PP Perbasi, Danny Kosasih mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus kepada event internasional, namun juga pembinaan di daerah. Tahun ini Perbasi mencanangkan bisa menggelar Kejurnas, penataran pelatih, wasit, dan kejuaraan 3 x 3. “Untuk program Kejurnas akan segera kami bagikan, yang jadi perhatian saat ini adalah protokol kesehatannya,” terang Danny Kosasih.

Rangkaian event domestik ini rencananya digelar setelah FIBA Asia Cup 2021 karena harus menyesuaikan dengan agenda internasional. ***

Kategori:Olahraga
wwwwww