Home  /  Berita  /  Umum

Rajut Kembali Kebersamaan, Mahasiswa Minang UIN Suska Gelar Buka Puasa Bersama

Rajut Kembali Kebersamaan, Mahasiswa Minang UIN Suska Gelar Buka Puasa Bersama
Foto bersama mahasiswa Minang UIN Suska. (foto; Hasbul/GoRiau.com)
Kamis, 22 April 2021 21:38 WIB
Penulis: Hasbullah Tanjung
PEKANBARU - Ikatan Mahasiswa Minang UIN Suska (Imamika) kembali menggelar buka puasa bersama di bulan ramadhan. Kegiatan yang sama pernah dilakukan pada tahun 2019 silam.

Ketua Panitia, Rayhanul Afiq mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Imamika, namun pada tahun 2020 silam kegiatan tidak bisa dilakukan karena pandemi covid-19

"Hampir dua tahun kami tidak melakukan kegiatan, tapi pada tahun ini Alhamdulillah kami masih bisa berkumpul meskipun harus memakai masker," kata Afiq kepada GoRiau.com, Kamis (22/4/2021).

Buka puasa bersama ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari UIN Suska yang memiliki silsilah keturunan Minangkabau, baik yang berasal dari Sumatera Barat maupun dari Provinsi lain. Kegiatan dilaksanakan di Warung Kupie Aceh, Jalan Garuda Sakti.

Ketua Imamika, Syukril Akmal menjelaskan, Imamika merupakan organisasi yang menghimpun putra putri Minangkabau yang berkuliah di UIN Suska. Sampai hari ini, Imamika sudah berusia 5 tahun.

"Memang kegiatan kami seperti mati suri, karena agenda perkuliahan sudah setahun lebih dilakukan secara virtual, makanya agak susah mengumpulkan rekan-rekan," ujarnya.

Syukril berharap, dengan adanya acara ini, kebersamaan bisa kembali dihidupkan dan setelah lebaran nanti akan diagenda Mufakaik Saiyo Sakato (MSS) guna menunjuk ketua baru.

"Saya sebenarnya jadi ketua ini sejak tahun 2019, tapi karena covid-19 belum memungkinkan untuk dilakukan pergantian pengurus. Mudah-mudahan setelah acara ini kita bisa segera memperbarui kepengurusan, karena saya sendiri sudah lulus," kata alumni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum ini.

Syukril melanjutkan, Imamika sendiri memiliki tagline 'Minangkan UIN Suska', yang artinya meskipun para mahasiswa berada di rantau, namun nilai-nilai keminangan harus tetap diterapkan. "Minangkabau identik dengan Islam, falsafah hidup kita 'adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah', ini yang kita coba tanamkan kepada mahasiswa Minang yang ada di UIN Suska," pungkasnya.

Agenda dilanjutkan dengan penyampaian kesan dalam acara ini kepada ketua panitia dan selanjutnya dibacakan oleh MC. ***

Kategori:Pendidikan, Umum
wwwwww